SHOOTLINENEWS, SOLOK — Jembatan darurat pada ruas Bypass Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mulai dioperasikan pada Senin (28/9/2026) pagi. Infrastruktur sementara tersebut kini menjadi akses penting bagi pergerakan kendaraan setelah ruas jalan terdampak galodo yang menerjang kawasan Arosuka pada 21 September lalu.
Pantauan lapangan menunjukkan kendaraan roda dua dan roda empat telah menggunakan jembatan tersebut. Arus lalu lintas kembali bergerak, sementara pekerjaan penanganan pada kawasan sekitar jembatan masih dilakukan oleh petugas dan pihak terkait.
Jembatan darurat dibangun sebagai langkah sementara untuk menjaga konektivitas masyarakat selama proses pemulihan infrastruktur pascabencana berlangsung. Sebelumnya, kerusakan pada akses Bypass Arosuka sempat mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi menuju kawasan tersebut.
Penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap setelah galodo membawa material berupa lumpur, batu dan kayu ke sejumlah kawasan di Arosuka. Material tersebut juga berdampak terhadap sejumlah ruas jalan, saluran air dan fasilitas umum.
Dalam penanganan sebelumnya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V turut melakukan penanganan terhadap sumbatan sedimen dan material yang menghambat aliran air di sekitar kawasan terdampak.
Selain itu, unsur teknis Kementerian Pekerjaan Umum bersama pemerintah daerah melakukan pembersihan material dan penanganan akses untuk mempercepat pemulihan konektivitas.
Perbaikan akses tersebut menjadi semakin penting setelah pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap percepatan rehabilitasi infrastruktur pascabencana.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat meninjau wilayah terdampak galodo di Kabupaten Solok pada Jumat (25/9/2026) sebelumnya mendorong agar akses utama dan pelayanan masyarakat segera dipulihkan.
Pengoperasian jembatan darurat pada Senin pagi menjadi perkembangan terbaru dalam proses tersebut. Dengan kembali dibukanya akses, mobilitas kendaraan dan kegiatan masyarakat di sekitar Bypass Arosuka mulai berjalan.
Meski demikian, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati. Kondisi kawasan masih dalam tahap pemulihan dan sejumlah pekerjaan penanganan pascabencana masih berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Solok bersama instansi terkait juga masih melanjutkan penanganan pada sejumlah titik terdampak. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Berfungsinya jembatan darurat Bypass Arosuka diharapkan menjadi tahap awal pemulihan konektivitas, sebelum penanganan infrastruktur permanen dilakukan secara menyeluruh. STK














