BERITA  

Pemuda Salayo Gotong Royong Bersihkan Lumpur dan Selamatkan Arsip Perkantoran Pemkab Solok

SHOOTLINENEWS, SOLOK — Sekitar 30-an warga Nagari Salayo yang tergabung dalam Pemuda Parik Paga Nagari Salayo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Carano dan Tagana Nagari, bergotong royong membersihkan lumpur serta mengevakuasi arsip dan aset kantor pemerintahan yang terdampak bencana di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Arosuka, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aksi solidaritas masyarakat Salayo untuk membantu pemerintah daerah mempercepat proses pembersihan dan pemulihan fasilitas pemerintahan yang terdampak bencana.

Selain membersihkan material lumpur yang memenuhi area perkantoran, para pemuda juga membantu mengangkut arsip dan sejumlah aset milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok agar dapat diselamatkan dari kerusakan lebih lanjut.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyambut baik aksi gotong royong tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Nagari Salayo yang secara sukarela turun membantu pemerintah daerah dalam situasi bencana.

Menurutnya, kepedulian dan kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Kebersamaan dan kepedulian seperti ini sangat berarti bagi pemerintah daerah dan masyarakat yang sedang menghadapi situasi bencana. Ini membantu meringankan beban sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat bersama-sama menghadapi kondisi ini,” ujar Jon Firman Pandu.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan. Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat yang turut membantu membersihkan lingkungan kantor serta menyelamatkan arsip dan aset dinas.

Ia menilai aksi tersebut tidak hanya membantu mempercepat proses pembersihan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kebersamaan antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Solok.

“Terima kasih atas kepedulian, kebersamaan dan kekompakan masyarakat Salayo. Bantuan ini sangat meringankan pekerjaan kami dalam membersihkan kantor dan menyelamatkan arsip serta aset yang terdampak,” kata Marcos.

Gotong royong tersebut juga melanjutkan aksi solidaritas yang sebelumnya telah dilakukan sejumlah organisasi kepemudaan di wilayah Arosuka.

Gabungan organisasi pemuda sebelumnya telah turun ke permukiman masyarakat yang terdampak bencana. Mereka juga membangun Posko Peduli Bencana sebagai bentuk dukungan terhadap warga yang membutuhkan bantuan selama masa tanggap darurat.

Setelah menyelesaikan pembersihan di kompleks Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, rombongan masyarakat Salayo kemudian melanjutkan gotong royong ke areal Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Solok.

Aksi tersebut menjadi gambaran bahwa penanganan dampak bencana tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan unsur penanggulangan bencana, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.

Di tengah proses pemulihan, semangat gotong royong masyarakat menjadi salah satu modal sosial untuk mempercepat pembersihan fasilitas publik sekaligus meringankan beban pemerintah daerah dalam memulihkan kawasan perkantoran yang terdampak. STK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *