BERITA  

Nita Christanti Azis Bawa Sulam Kapalo Samek Pasia Baru Menembus Pasar Dunia, Kontrak Rp22.000 Dolar AS Terbuka, Nasib dan Kesejahteraan 200 Perajin Jadi Prioritas!

PADANG PARIAMAN | Dari jemari perempuan-perempuan Pasia Baru, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, lahir karya tradisional yang kini mulai menarik perhatian dunia. Sulam Kapalo Samek bukan lagi sekadar kerajinan warisan leluhur, melainkan memiliki peluang menjadi kekuatan ekonomi kreatif dan identitas budaya Minangkabau di pasar internasional. Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, mengambil peran aktif mendorong promosi kerajinan tersebut hingga mancanegara. Komitmen itu kembali disampaikan dalam talkshow Padang TV, Selasa (27/10/2026), yang membahas perjalanan, potensi, dan strategi membawa Sulam Kapalo Samek semakin dikenal dunia.

Dalam talkshow tersebut, Nita didampingi Kepala BPKD M. Fadhly, Kepala DPMD Nurhayati, Inspektur Hendri Satria, serta Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Roza Suhendra. Nita menegaskan, pelestarian Sulam Kapalo Samek tidak boleh berhenti pada upaya mempertahankan tradisi. Kerajinan ini harus berkembang menjadi sumber penghidupan yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat pembuatnya. Menurutnya, keaslian teknik dan karakter tradisional harus tetap dijaga, sementara pemasaran perlu diperluas agar karya perajin Pasia Baru mampu bersaing di pasar global.

Upaya promosi tersebut mulai memperlihatkan hasil. Sulam Kapalo Samek telah mendapatkan penghargaan di Belgia dan memperoleh peluang kerja sama kontrak senilai 22.000 dolar AS. Menariknya, promosi ke luar negeri tersebut dilakukan tanpa menggunakan dana APBD, melainkan melalui dukungan CSR, para perantau, dan berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian budaya serta pengembangan ekonomi kreatif. Keunggulan pengerjaan secara handmade, ketelitian, dan keterampilan khusus menjadi nilai tambah yang membuat produk ini memiliki daya tarik tersendiri di pasar internasional.

Namun, keberhasilan membawa produk ke pasar dunia harus diikuti perhatian serius terhadap kehidupan para perajin. Saat ini terdapat sekitar 200 perajin yang mempertahankan keberlangsungan Sulam Kapalo Samek. Tantangan yang masih dihadapi meliputi ketersediaan bahan baku, kemampuan memenuhi permintaan pasar, regenerasi tenaga terampil, dan keberlanjutan produksi. Pemerintah daerah bersama Dekranasda perlu memastikan peluang kontrak dan peningkatan nilai produk benar-benar berdampak pada pendapatan perajin. Penguatan kelembagaan, kepastian harga, peningkatan keterampilan, serta akses pasar dan pembiayaan menjadi kebutuhan penting agar perempuan penjaga tradisi tidak hanya menjadi bagian dari cerita kesuksesan promosi, tetapi juga menikmati hasil ekonominya.

Langkah berikutnya adalah membangun ekosistem usaha yang kuat, bukan sekadar mengandalkan promosi dan pameran. Kampung Sulam Kapalo Samek di Pasia Baru perlu diperkuat sebagai pusat produksi, pembelajaran, dan pemasaran. Generasi muda juga harus dilibatkan agar keterampilan menyulam tidak terputus oleh perubahan zaman. Inovasi desain dan pengembangan produk modern perlu berjalan beriringan dengan perlindungan motif, teknik, dan identitas budaya asalnya. Dengan demikian, ketika Sulam Kapalo Samek memasuki industri fesyen internasional, nama Pasia Baru sebagai daerah pemilik warisan budaya tersebut tetap melekat dan diakui.

Peran Nita Christanti Azis dalam membuka akses promosi internasional patut diapresiasi, tetapi pekerjaan besar belum selesai. Keberhasilan sesungguhnya bukan hanya ketika Sulam Kapalo Samek dipamerkan di luar negeri atau memperoleh kontrak bernilai puluhan ribu dolar, melainkan ketika sekitar 200 perajin merasakan peningkatan pendapatan, pesanan semakin berkelanjutan, dan generasi muda bangga meneruskan keterampilan leluhurnya. Dari Pasia Baru menuju dunia, Sulam Kapalo Samek harus menjadi bukti bahwa warisan budaya Minangkabau mampu menggerakkan ekonomi, memberdayakan perempuan, dan mengangkat kesejahteraan masyarakat Padang Pariaman.

Wyndoee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *