Aceh Tamiang — Bumi Muda Sedia adalah merupakan sebutan lain dari Kabupaten Aceh Tamiang, kabupaten yang berada di perbatasan Sumut – Aceh ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur.
Tak hayal sekian tahun kabupaten berdiri masih banyak sejumlah infrastruktur utama belum memadai, salah satunya adalah jalan yang berada di daerah pendalaman kabupaten tersebut.
Sebut saja salah satu jalan kampung yang ditinjau oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRA), dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7 (Aceh Tamiang – Langsa), Nora Idah Nita sangat prihatin terhadap kondisi jalan daerah pendalaman Aceh Tamiang.
“Kondisi jalan di pendalaman sangat memperihatinkan. Kondisinya rusak parah, dan ini perlu menjadi perhatian,” sebut Nora Idah Nita didampingi Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Nur kepada SHOOTLINENEWS.COM, Senin, 11 Januari 2021 di Karang Baru.
Nora Idah Nita menyebutkan kondisi jalan rusak parah tersebut diketahui setelah dirinya didampingi Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Nur saat tinjau salah satu jalan utama Kampung Blang Kandis Kecamatan Bandar Pusaka.
Menurutnya tinjauan jalan tersebut dilakukan atas permintaan Datok Penghulu yang mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan nyaris putus total tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat bahkan sepeda motor-pun nyaris dorong.
“Kondisi jalan sangat memprihatinkan hampir putus total dan hanya dapat dilalui oleh sepeda motor. Kalau situasi hujan terkadang sepeda motorpun tidak jalan hanya didorong,” sebut Nora merasa sangat prihatin.
Nora yang akrab dikenal dengan Srikandi Aceh Tamiang berharap dengan kondisi jalan seperti ini dapat menjadi perhatian kita bersama selaku pemangku kebijakan. “Ini harus menjadi perhatian kita bersama, terutama Pemerintah Daerah agar dapat kiranya menyalurkan dana tanggap sementara untuk membangun jalan tersebut,” pintanya.
Nora menjelaskan dari laporan Datok Penghulu, dengan kondisi jalan yang rusak parah tersebut telah terjadi beberapa kasus. Diantaranya kasus orang sakit dan ibu mau melahirkan tidak dapat dijemput oleh mobil. “Ini sangat sedih ketika ada yang sakit atau orang mau melahirkan terpasang harus menggunakan sepeda motor untuk dibawa ke rumah sakit,” sebutnya.
Nora juga menyatakan bahwa dirinya sepakat untuk membangun dan menata kota. Tapi pembangunan kota juga harus mengikutsertakan pembangunan jalan – jalan didaerah pendalaman terkhusus jalan – jalan yang rusak parah.
“Pembangunan jalan dipendalaman itu sangat dibutuhkan, apalagi jalan antar kecamatan.Jalan disana sangat diperlukan masyarakat untuk membawa hasil pertanian. Dengan hasil pertanian yang mudah diakses untuk dipasarkan, secara otomatis akan meningkatkan perekonomi masayarakat,” sebut Nora.
Dirinya akan berusaha semaksimal mungkin agar jalan tersebut dapat terbangun. “Insha Allah saya akan coba usulan pembangunannya melalui Provinsi. Tapi saya akan coba koordinasi dengan pihak Bupati dan DPRK Aceh Tamiang untuk pembangunannya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tinjauan jalan tersebut Nora Idah Nita telah memberikan sejumlah Dana Tanggap Darurat untuk memperbaiki jalan tersebut agar mudah dilalui minimal untuk jalur roda dua.
Dalam kunjungan tersebut juga Nora Idah Nita dan tim rombongan terjebak dengan Mobil Truck yang nyangkut. Sehingga pada kesempatan tersebut dirinya bersama tim rombongan harus ikut membantu menarik mobil truk yang nyangkut dengan menggunakan tali yang ditarik secara bersama – sama dengan tim rombongan serta masyarakat.
















