ACEH TAMIANG | ACEH — Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Nur menerima keluhan masyarakat Kampung Kuala Peunaga (Alue Nireh), Kecamatan Bendahara terhadap kondisi jalan masuk menuju kampung tersebut rusak parah. Bahkan ruas jalan tersebut dipenuhi lubang dan lumpur saat musim penghujan sekarang ini.
“ Warga Kuala Peunaga meminta pemerintah daerah untuk membantu perbaikan jalan kampung mereka,” kata Muhammad Nur, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang kepada SHOOTLINENEWS.COM Rabu, 13 Januari 2021 di kantornya.
Muhammmad Nur menjelaskan kunjungan ke wilayah tersebut bersama Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Aceh Tamiang, Nora Idah Nita yang juga merupakan anggota DPRA serta turut didampingi Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Kecamatan Bendahara, Adlansyah beserta pengurus DPC lainnya.
“Kondisi kerusakan dipenuhi lumpur itu sangat mengganggu aktivitas transportasi masyarakat, terutama pada saat ada warga yang sakit untuk dibawa ke Puskesmas maupun rumah sakit umum,” ujar Muhammad Nur, politisi Partai Demokrat.
Ironisnya lagi, kondisi itu juga dirasakan bagi anak – anak sekolah yang setiap harinya melintasi ruas jalan ini, karena sekolah mereka berada jauh di kampung lainnya. “ Kita merasa prihatin, apalagi kampung Kuala Peunaga berada di pelosok wilayah pesisir Kecamatan Bendahara,” ungkap Muhammad Nur.
Terkait keluhan yang disampaikan warga dalam kunjungannya bersama anggota DPRA, Nora Idah Nita ke kampung Kuala Penaga pada Selasa kemarin, Muhammad Nur menegaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Aceh Tamiang untuk mencari solusi agar badan jalan menuju kampung Kuala Penaga itu bisa diperbaiki.
Disamping itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Nur juga menghimbau kepada perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di kawasan tersebut dan menggunakan badan jalan ini agar bertanggungjawab melakukan perawatan jalannya, “ dari keterangan warga, badan jalan itu rusak akibat dilalui kenderaan dilalui kenderaan perkebunan kelapa sawit,” sebutnya.
Lanjutnya lagi, himbauan juga di sampaikan bagi warga untuk menjaga dan merawat jalan jika nantinya telah dilakukan perbaikan, terlebih badan jalannya masih berkonstruksi bebatuan dan belum teraspal. “ Artinya, sering bergotong royong jika ada titik badan jalan tergenang air maupun berlubang bisa di perbaiki secara swadaya sebelum kerusakannya semakin lebih parah sehingga sulit dilalui,” demikian kata Muhammad Nur.















