BERITA  

Banjir di Aceh Tamiang Ratusan Hektar Padi Puso

Aceh Tamiang — Akibat curah yang tinggi sejak minggu ke empat Desember 2020 hingga minggu ke dua Januari 2021 nyaris hampir merendam 12 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Banjir awal tahun 2021 ini merupakan banjir besar setelah tahun 1996 dan 2006. Selain merendam pemukiman, banjir menggenangi area pertanian, seperti tanaman padi sawah, jagung, serta tanaman lainnya.

Dari 12 kecamatan dalam wilayah Aceh Tamiang 10 kecamatan mengalami banjir, diantaranya Kecamatan Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, Sekerak, Tenggulun, Kejuruan Muda, Kota Kualasimpang, Rantau, Karang Baru, Seruway dan Bendahara. Hanya dua kecamatan yang tidak terlintas oleh genangan banjir yaitu Kecamatan Manyak Payed dan Banda Mulia.

Walaupun tidak semua kampung mengalami banjir, namun dari 10 kecamatan tersebut sebagian kampungnya melintas genangan air. Genangan air banjir tersebut tidak separah dialami oleh dua kecamatan masing – masing Kecamatan Bendahara dan Seruway. Karena dua kecamatan ini berada dibagian Hilir dan berada pada kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) mengarah ke laut.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Yunus, SP melalui Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Pangan (Perlintan) Irwan Hadi, SP diruangan kerjanya kepada SHOOTLINE NEWS, Senin, 25 Januari 2021 mengatakan hasil pantauan dan pendataan pihaknya ada ratusan hektar mengalami gagal panen (puso).

“Akibat banjir yang menggenangi areal persawahan (padi) dan jangung mengalami rusak bahkan gagal panen (puso),” sebutnya.

Irwan Hadi mengatakan total luas lahan pertanian yang terendam banjir di delapan kecamatan  tersebut mencapai 1.218 hektare dengan rincian 1.163 hektar padi dan 55 hektar jagung. Sementara yang dinyatakan puso atau gagal panen seluas 528 hektare padi.

“Sementara ini masih kami pantau perkembangananya, tapi yang pasti untuk 528 hektare padi itu sudah gagal panen,” tegasnya.

Ia merincikan luas areal pertanian tersebut masing – masing Kecamatan Bendahara seluas 565 hektare padi, Kecamatan Seruway seluas 73 hektare padi serta jagung seluas 1 hektare jagung. ” Kecamatan Bendahara padi puso seluas 380 hektare,” sebutnya.

Kemudian Kecamatan Seruway 73 hektare padi dan puso seluas 37 hektar. Kecamatan Tenggulun luasan padi 104 hektare dan jagung 28 hektare. Kecamatan Kejuruan Muda luas tanaman padi seluas 32 hektar, Karang Baru seluas 51 hektare dan yang puso seluas 20 hektare.

Untuk Kecamatan Rantau luas tanaman padi seluas 223 hektare dan yang mengalami puso 60 hektare. Sedangkan untuk Kecamatan Sekerak tanaman jagung seluas 26 hektare. Sementara Kecamatan Bandar Pusaka tanaman padi seluas 85 hektare dan mengalami puso seluas 31 hektare.

Menyikapi kondisi ini, sambung Irwan Hadi mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi petani yang saat ini mengalami kerugian akibat banjir ke Dinas Pertanian Propinsi.

” Kita sudah melaporkan dan berupaya agar petani yang mengalami kerugian akibat puso dapat bantuan cadangan benih dari propinsi. Kita sudah juga sudah ke pusat,” sebutnya mengakhiri.

 

Penulis: W. GUNAWAN | ACEH TAMIANGEditor: REDAKSI