BERITA  

Hari Mangrove Sedunia 2026, Jurnalis Penyelamat Lingkungan Gandeng Forkopimda Tanam Pohon dan Lepas Tukik di Amping Parak

SUMBAR | Menyambut peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Panitia Jurnalis Penyelamat Lingkungan Hidup mulai mematangkan seluruh persiapan dengan melayangkan undangan resmi kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah instansi strategis di Provinsi Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan yang akan dipusatkan di Kawasan Konservasi Penyu Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (26/7/2026).

 

Undangan tersebut ditujukan kepada Gubernur Sumatera Barat, Kapolda Sumatera Barat, Danrem 032/Wirabraja mewakili unsur TNI, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran para pimpinan daerah diharapkan menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat upaya perlindungan lingkungan dan ekosistem pesisir di Sumatera Barat.

Penyerahan undangan dilakukan secara langsung oleh panitia kepada masing-masing instansi. Di Polda Sumbar, surat diterima oleh Rido dari Sekretariat Umum (Setum). Sementara di lingkungan Korem/Kodam diterima oleh Arizal selaku perwakilan Sekretariat. Untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, undangan diterima Perry dari tim Sekretaris Pribadi Gubernur, sedangkan di Dinas Lingkungan Hidup diterima langsung oleh Kepala DLH Sumbar, Teungku Fuaddi, di ruang kerjanya.

Panitia juga mengundang berbagai unsur penting lainnya, mulai dari anggota DPD RI, DPRD, Forkopimda, Forkopimca, kepala OPD, instansi vertikal, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, hingga pegiat konservasi. Keterlibatan seluruh elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan bersama dalam menjaga kelestarian alam Sumatera Barat.

Perwakilan panitia, Topik Marliandi, mengatakan dukungan pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar gerakan penyelamatan lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.

“Kami berharap kehadiran para pimpinan daerah dan aparat penegak hukum dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” ujar Topik.

Ketua Pelaksana kegiatan, Soni, S.H., M.H., M.Ling., C.Md., C.LA., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Mangrove Sedunia. Menurutnya, momentum tersebut harus diwujudkan melalui aksi konkret yang memberikan manfaat langsung bagi kelestarian lingkungan.

Puncak kegiatan akan diisi dengan aksi penanaman 500 hingga 1.000 bibit pohon mangrove secara bertahap, pelepasan tukik (anak penyu), serta edukasi konservasi yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, insan pers, komunitas lingkungan, dan masyarakat sekitar. Panitia optimistis sinergi seluruh pihak akan menjadikan kegiatan di Kawasan Konservasi Penyu Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, sebagai momentum penting memperkuat gerakan penyelamatan lingkungan di Sumatera Barat.

TIM