BERITA  

Begini Aksi Heroik Pawang Buaya Rantau Panjang Pasaman Barat

SHOOTLINENEWS | SASAK PASBAR — Beberapa waktu lalu warga Pasaman Barat, Sumatera Barat dihebohkan dengan peristiwa buaya memangsa orang, satu orang petani meninggal dunia, dua orang pencari ikan  lokan mengalami cedera parah diserang buaya.

Korban Rusli (40 th), dinyatakan hilang diduga diterkam Buaya, saat saat berwudhu dipinggir sungai Sikabau, Minggu (17/1) Pukul 13.00 WIB.

Setelah pencarian tiga hari ditemukan Jasadnya ditemukan di aliran sungai Sikabau, Sampai sekarang belum diketahui pasti buaya yang memangsa petani tersebut.

Berselang seminggu waktu, seorang warga Rantau Panjang Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Epi Marwan digigit buaya saat mencari lokan 8 rekannya pada Sabtu pagi (24/1/2021),

Epi Marwan mengira kakinya ditubruk kawan sesama mencari lokan, Ia merasa kesakitan dan buru-buru keluar dari sungai Batang Pasaman, dilihat kakinya sudah berdarah. Ia dilarikan Ke RSUD Pasbar. Beruntung Ia dapat diselamatkan dengan 10 jahitan dibetis dan pahanya.

Buaya juga menyerang seorang pria pencari ikan, dialirkan sungai Kecamatan Kinali. Punggung korban mengalami cedera parah.

Dengan kejadian mengganasnya buaya di perairan sungai di berbagai daerah di kab pasaman barat tersebut, warga rantau panjang tangkap seekor buaya muara dengan panjang sekitar 4 meter. Binatang reptil purba itu ditangkap 10 warga dari aliran Sungai Batang Pasaman dengan dibantu Pawang buaya, pada Kamis malam (28/1/2021) pukul 22.00 WIB.

Buaya betina tersebut ditangkap warga setelah kerap muncul ke permukaan hingga membuat warga khawatir untuk beraktivitas di sungai terbesar di Pasaman Barat.

Kepala Jorong Rantau Panjang Sasak, M.Nur menuturkan ” Dengan kejadian pencari lokan digigit buaya Sabtu kemaren, warga takut kesungai, padahal sungai Batang Pasaman ini digunakan selain mencari ikan dan lokan juga beraktivitas MCK juga jalur petani ke ladang dengan mengunakan sampan. Maka Warga bermusyawarah untuk menangkap buaya dengan dibantu pawang buaya” jelasnya.

Buaya sepanjang 4 meter dan lebar 60 cm meter tersebut dijerat oleh Warga dengan memancing keluar buaya tersebut dari Sungai Batang Pasaman dengan dibantu pawang buaya. Setelah keluar, buaya tersebut,ditombak dengan tombak ikan, mengenai ketiak buaya, kemudian warga dijerat tali.

“Semalam warga menuju aliran sungai dengan kapal. sementara Pak Parial Pawang buaya menggunakan biduk sampan, Ia menyorot senter kebebrapa arah, tiba tiba ada Kilauan sepasang mata. Setelah didekatinya, ternyata benar itu mata buaya yang mengapung dipermukaan air sungai” ungkap M.Nur.

“Pawang menombak ketiak buaya dengan tombak ikan, seketika buaya menggelepar 3 kali, Warga yang sudah standby diatas kapal mendekati untuk membantu menjerat buaya yang makin berontak. Beberapa orang Berjibaku mengikat mulut buaya, sementara kaki dan ekor buaya jaring,  lalu ditarik dengan Kapal hingga dibawa ke Kampung Rantau Panjang, diduga karena kelelahan buaya tersebut mati, Semoga Buaya lainnya tidak ada lagi menyerang warga”. Harap Kepala Jorong.

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Dendi Hardiman menjelaskan penangkapan buaya ini atas inisitiaf warga setempat dan telah diketahui oleh pihak pemerintah setempat. Penangkapan buaya ini juga didasari karena kerap menyerang warga yang sedang beraktivitas di aliran sungai.

“Buaya ini sudah sering menyerang warga yang sedang mencari lokan di aliran Sungai Batang Pasaman. Seingat saya, sudah ada 5 korban pencari lokan dan 1 meninggal dunia akibat serangan buaya,” ungkapnya.

“Memang, bukan buaya ini saja yang mendiami aliran sungai, namun buaya ini yang sering terlihat menampakan diri. Kini kondisi buaya sudah dalam keadaan mati,” sambungnya.

Ia juga mengatakan bangkai buaya itu rencana nya akan dibawa oleh pihak Babinsa. Sedangkan saat ini masyarakat bertambah banyak datang ke lokasi untuk sekedar melihat fisik buaya.

“Warga rame berdatangan dari perkampungan lain, mereka hanya sekedar untuk melihat buaya yang tergolek, mati,” terangnya.

Dihimbau pada warga Rantau Panjang supaya berhati hati saat mencari lokan, atau beraktivitas di Batang Pasaman.

Penulis: DODI IFANDA | WAKABIRO PASBAREditor: DIF007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *