BERITA  

Bikin Gaduh, Perantau Padang Lawe Tolak Tambang Pasir

PD. LAWE | Diduga akan melakukan aktivitas tambang pasir (Galian C) disepanjang bantaran sungai gantiang padang lawe menuai kontroversi gaduh ditengah masyarakat, Senin, (16/5/2022)

Hal ini diketahui pemerintah nagari atau walikampung setempat selaku pemilik wilayah atas keresahan masyarakat dengan adanya satu buah sampan dan pondok dilokasih pelabuhan.

Dalam hal ini, Perantau Padang Lawe angkat bicara perihal kegiatan tambang pasir dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Sangat di sayangkan apabila kegiatan itu tidak disetop pihak nagari atau tidak mempertanyakan legalitas hukum berdasarkan aturan yang sebenarnya dalam kegiatan tambang pasir,” terang rizal.

Dalam kegiatan tersebut, semestinya aturan hukum harus di tegaskan nagari kepada yang bersangkutan.

Kondisi ini, kata rizal. Kalau tidak dilarang dari awal, akan menyebabkan tanah di sepanjang pinggiran sungai menjadi longsor, terjadinya erosi di sepanjang sungai. Adanya galian pasir ini, dapat memicu terjadinya pelebaran sungai, dan hebatnya lagi, oknum ini bisa bikin gaduh antara sesama warga padang lawe.

“Selaku warga padang lawe. Saya secara pribadi menolak, disini kita perlu tau dan patut tau. Mana benar salahnya, jika itu salah kita harus tegur, kalau tanah dia hanya sampai batas tepian sungai, bukan sepanjang sungai, dalam hal ini kami dari perantau padang lawe akan kawal tindakan ini sampai jalur hukum,” ujar rizal dengan suara lantang dengan mengakhiri

Hal senda juga disampaikan yudi, perantau Jakarta, Disini saya tidak melarang usaha siapapun

“Tapi kalau sungai ini dikeruk pasirnya, diperjual belikan demi keuntungan pribadi, saya rasa warga dibantaran sungai buntung, otomastis tanah sepanjang sungai runtuh,” imbuh yudi

Ia juga berharap agar pemerintahan daerah pesisir selatan dan nagari setempat untuk segera mungkin relokasi sungai gantiang padang lawe

Terpisah, walikampung padang lawe ambran, dalam kesempatan ini kami menyampaikan dua hal, pertama tentang tebing yang runtuh. Untuk kita pahami bersama

“Bahwasanya runtuhnya tebing ini sudah 7-8 tahun. Sementara kami di pemerintahan nagari sudah berusaha untuk meminta bantuan kabupaten. Terakhir bulan 12, saya sendiri yang buat vidio dikirmkan ke kabupaten dan provinsi sumbar,”katanya

Saat dihubungi Wali Nagari Amping Parak Saipul Bakri, mengaku sampai saat ini belum menerima laporan dugaan tambang pasir yang akan beroperasi di wilayahnya.

“Mengenai Sungai batang gantiang padang laweh sepengetahuan saya tidak ada orang atau masyarakat yang melakukan tambang pasir. Sebab, tidak ada Nagari mengeluarkan izin, dan sampai sekarang belum ada dapat info ke saya. Besok saya tanya dulu kepada Wali Kampuang mengenai hal itu,” katanya.

Kondisi Terkini Batang Aia Gantiang Padang Lawe, Jam 7:00 WIB Pagi. “Pasang Naik, Bukan Pasang Anak Bulan. Tapi Aia Lawik Bana Masuak Sampai Ke sawah Se dalam Lutut Orang Dewasa”, Pungkasnya.

YL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *