Tanah Datar, Shootlinenews – Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan pentingnya transparansi dan objektivitas dalam penilaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-43 Tingkat Kabupaten Tanah Datar Tahun 2026. Bahkan, ia mengancam akan menghentikan pelaksanaan MTQ apabila ditemukan adanya kecurangan dalam proses penilaian oleh Dewan Hakim.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka secara resmi MTQ Nasional ke-43 Tingkat Kabupaten Tanah Datar di Lapangan Sepak Bola Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Jumat (19/6/2026).
“Kepada Dewan Hakim, saya berpesan agar memberikan penilaian secara terbuka dan seadil-adilnya. Jika ditemukan adanya kecurangan dalam proses penilaian, saya tidak segan menghentikan pelaksanaan MTQ ini,” tegas Eka Putra di hadapan peserta dan tamu undangan.
Menurut Bupati, pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten harus menjadi contoh bagi penyelenggaraan MTQ di tingkat Provinsi Sumatera Barat, khususnya dalam penerapan sistem penilaian yang objektif dan bebas dari intervensi.
Eka Putra juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi pada beberapa kesempatan sebelumnya yang dinilai masih menyisakan persoalan transparansi penilaian. Ia menegaskan bahwa kompetisi yang sehat sangat penting untuk menjaga semangat peserta sekaligus melahirkan qari dan qariah berkualitas.
“Kalau dalam ajang MTQ Nasional tingkat provinsi selanjutnya masih terulang hal yang demikian, mungkin Tanah Datar tidak akan ikut. Kami siap kalah dalam kompetisi, tetapi kompetisi yang sportif,” ujarnya.
Selain menyoroti aspek penilaian, Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut pelaksanaan MTQ di Kecamatan Pariangan, yang dikenal sebagai nagari tertua di Minangkabau, memiliki makna tersendiri sebagai simbol kebangkitan semangat Luhak Nan Tuo yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) menuju Tanah Datar Madani.
“Alhamdulillah, ajang dua tahunan ini kembali dapat kita laksanakan. Saya yakin dengan senantiasa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, masyarakat dan daerah kita akan selalu mendapat perlindungan Allah SWT,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra mengatakan MTQ bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
“Melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an dan syiar Islam, kita berharap MTQ menjadi sumber kesejukan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Pelaksana MTQ yang juga Camat Pariangan Miza Aziz menyampaikan bahwa MTQ Nasional ke-43 Tingkat Kabupaten Tanah Datar berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Juni 2026. Kegiatan ini mempertandingkan 12 cabang lomba yang diikuti 744 peserta dari 14 kecamatan se-Kabupaten Tanah Datar.
Pembukaan MTQ turut dihadiri Wakil Bupati Ahmad Fadly, Anggota DPRD Sumatera Barat Rony Mulyadi Dt. Bungsu, Staf Ahli Gubernur Sumbar Bidang Hukum Jasman, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar Abrar Munandar, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
(**)













