PADANG PARIAMAN | Di tengah tantangan perubahan perilaku generasi muda, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengambil langkah konkret memperkuat pendidikan karakter melalui pemanfaatan teknologi digital. Bupati John Kenedy Azis resmi meluncurkan aplikasi SI-TANGKAS (Sistem Informasi Monitoring Program Tahfidz Quran Anak Bersama Guru Hari Kamis dan Senin), Kamis (29/10/2026), di Hall IKK Padang Pariaman. Inovasi yang dikembangkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini bukan sekadar pembaruan sistem administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan pembiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an berjalan konsisten di sekolah.
Peluncuran tersebut dihadiri guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMP, kepala sekolah, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), jajaran asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya. John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Ia berharap SI-TANGKAS mampu mendorong perubahan nyata dalam perilaku dan karakter peserta didik, terutama di tengah persoalan sosial yang semakin membutuhkan perhatian, mulai dari kurangnya penghormatan kepada orang tua, tindakan kekerasan, hingga perilaku tidak pantas di media sosial.
Bupati menegaskan bahwa teknologi tidak boleh hanya menjadi alat untuk mengumpulkan laporan, tetapi harus memberikan dampak terhadap kualitas pendidikan dan pembentukan kepribadian anak. Ia juga mengingatkan pentingnya peran guru dalam mendidik, membimbing, serta menegakkan kedisiplinan secara tegas dan bijaksana. Menurutnya, keberhasilan pembinaan karakter tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, melainkan membutuhkan keteladanan guru, dukungan keluarga, dan kesungguhan seluruh pihak dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Hendri, menjelaskan bahwa program tahfidz Al-Qur’an dilaksanakan selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai setiap hari Senin dan Kamis. Melalui SI-TANGKAS, pola pelaporan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini diarahkan menjadi digital sehingga pelaksanaan program dapat dipantau lebih terstruktur. Kepala sekolah dan Dinas Pendidikan juga diharapkan dapat mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan berdasarkan data yang sesuai dengan kondisi nyata di masing-masing sekolah. Pengembangan aplikasi ini turut melibatkan kolaborasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Padang Pariaman.
Meski demikian, tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi penerapan di lapangan. Aplikasi secanggih apa pun tidak akan menghasilkan perubahan apabila kegiatan hanya berjalan untuk memenuhi laporan administratif. Pemerintah daerah perlu memastikan guru benar-benar melaksanakan pembinaan, siswa mendapatkan pendampingan yang baik, serta evaluasi dilakukan secara berkala. Pembiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an juga perlu diiringi penanaman adab, kejujuran, tanggung jawab, penghormatan kepada orang tua, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, keberhasilan SI-TANGKAS tidak hanya diukur dari kelengkapan data digital, tetapi juga dari perubahan karakter peserta didik.
John Kenedy Azis berharap SI-TANGKAS menjadi bagian penting dalam membangun generasi Padang Pariaman yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai agama, adab, dan akhlak. Peluncuran ini menjadi awal dari tanggung jawab bersama untuk memastikan pendidikan karakter berjalan secara berkelanjutan. Sebab, masa depan daerah tidak cukup dibangun dengan kecerdasan dan penguasaan teknologi, tetapi membutuhkan generasi yang memiliki integritas serta pegangan moral. Dari sekolah, melalui pembiasaan Al-Qur’an setiap Senin dan Kamis, Padang Pariaman berupaya menyiapkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan bermartabat.
Wyndoee













