BERITA  

Festival Minangkabau Masuk 125 Event Terbaik Indonesia, IKTD dan Bundo Kanduang Riau Ikut Semarakkan Perhelatan Budaya

Tanah Datar, Shootlinenews – Festival Minangkabau (FM) 2026 yang kembali masuk dalam daftar 125 event terbaik Indonesia pada program Kharisma Event Nusantara (KEN) sejak 2017 resmi dibuka di pelataran Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (25/6/2026). Perhelatan budaya tahunan tersebut semakin meriah dengan kehadiran dan partisipasi Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) serta Bundo Kanduang se-Provinsi Riau yang turut memberikan dukungan dalam pelestarian budaya Minangkabau.

Festival yang menjadi kebanggaan masyarakat Luhak Nan Tuo itu dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melalui prosesi pemukulan gandang tasa. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor Dt. Rajo Basa, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Raja Pagaruyung, kepala daerah se-Sumatera Barat, tokoh adat, perantau, serta ribuan masyarakat.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan Festival Minangkabau telah menjadi agenda tahunan sejak pertama kali digelar pada 2016 dan terus berkembang menjadi salah satu event budaya unggulan nasional.

“Festival Minangkabau menjadi salah satu dari 125 event terbaik Indonesia dalam Kharisma Event Nusantara sejak tahun 2017. Ini merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraannya,” ujar Eka Putra.

Menurutnya, keberhasilan Festival Minangkabau bertahan dalam kalender event nasional tidak terlepas dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dukungan para perantau yang selalu hadir menyukseskan kegiatan tersebut.

Eka Putra menjelaskan, Festival Minangkabau tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga media promosi pariwisata dan penggerak ekonomi masyarakat. Tahun ini pelaksanaannya sengaja dimajukan ke bulan Juni bertepatan dengan masa libur sekolah guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanah Datar.

“Kami berharap festival ini menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat selama masa liburan sekaligus momentum kebangkitan pariwisata Tanah Datar pascabencana yang melanda daerah ini dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Partisipasi IKTD dan Bundo Kanduang se-Provinsi Riau menjadi salah satu bukti kuatnya dukungan perantau terhadap pelestarian budaya Minangkabau. Kehadiran mereka tidak hanya memeriahkan festival, tetapi juga mempererat hubungan antara ranah dan rantau dalam menjaga warisan adat dan budaya Minangkabau.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam menjaga identitas budaya Minangkabau melalui berbagai kegiatan budaya hingga Festival Minangkabau yang menjadi puncak perayaan budaya daerah.

“Festival ini menjadi sarana menghadirkan sekaligus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata RI Nova Arisne menyebut Festival Minangkabau sebagai event berkualitas yang diselenggarakan di salah satu ikon budaya Sumatera Barat, yakni Istano Basa Pagaruyung.

Usai pembukaan, rangkaian Festival Minangkabau 2026 dilanjutkan dengan peninjauan stan desa wisata dan pameran benda budaya di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar. Berbagai atraksi seni, budaya, kuliner, dan produk UMKM turut ditampilkan sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Tanah Datar sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

(Y.W.S.t.R.B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *