SHOTLINENEWS | BANDUNG (6/8 ) Pemerintah Kabupaten Solok mengambil langkah strategis dalam mempercepat transformasi sektor pariwisata dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyusun master plan pengembangan Kawasan Wisata Alahan Panjang dan jalur pendakian Gunung Talang.6 Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya kawasan wisata terpadu yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sekaligus menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu, S.H. bersama Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. di Ruang Rapim A Rektorat ITB, Bandung, Selasa (4/8/2026). Kerja sama itu tidak hanya mencakup penyusunan rencana induk pengembangan kawasan wisata, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendampingan akademik dan program penguatan kompetensi di bidang pariwisata dan pendidikan.
Bupati Jon Firman Pandu menegaskan, Kabupaten Solok memiliki modal alam yang sangat kuat untuk berkembang menjadi destinasi unggulan Indonesia. Keindahan Danau Diatas dan Danau Dibawah, panorama Gunung Talang, hamparan perkebunan teh, udara sejuk Alahan Panjang, serta kekayaan budaya Minangkabau merupakan aset yang membutuhkan penataan secara profesional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kerja sama dengan ITB menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan pariwisata Kabupaten Solok berjalan dengan arah yang jelas, berbasis kajian ilmiah, memperhatikan aspek lingkungan, sekaligus membuka ruang investasi yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Jon Firman Pandu.
Menurutnya, master plan yang disusun nantinya tidak hanya mengatur tata ruang kawasan wisata, tetapi juga memetakan kebutuhan infrastruktur, sistem transportasi, pengelolaan lingkungan, pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Dengan demikian, pembangunan kawasan wisata tidak sekadar menghasilkan destinasi yang indah, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.
Kolaborasi dengan ITB juga menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Solok dalam membangun ekosistem pembangunan yang saling terhubung. Pengembangan kawasan wisata akan disinergikan dengan peningkatan akses jalan, penguatan infrastruktur dasar, pengembangan kawasan kopi seluas 2.000 hektare, sentra hortikultura, hingga promosi produk unggulan daerah. Integrasi tersebut diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus memperbesar perputaran ekonomi di Kabupaten Solok.
Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi berbasis riset dan inovasi bagi pembangunan daerah. Melalui kolaborasi ini, ITB akan memberikan dukungan akademik dalam penyusunan konsep pengembangan kawasan yang adaptif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Solok, keberhasilan pengembangan Alahan Panjang dan Gunung Talang tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, keberhasilan akan terlihat dari tumbuhnya investasi, meningkatnya pendapatan pelaku UMKM, berkembangnya usaha homestay, kuliner, transportasi, pemandu wisata, serta terciptanya lapangan kerja baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan fondasi perencanaan yang disusun bersama ITB, Kabupaten Solok optimistis Alahan Panjang akan berkembang sebagai kawasan wisata terpadu yang memadukan keindahan alam, konservasi lingkungan, budaya Minangkabau, agrowisata, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem pembangunan yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi penanda bahwa pembangunan pariwisata Kabupaten Solok tidak lagi berorientasi pada proyek jangka pendek, melainkan pada visi besar menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.
STK














