SHOOTLINENEWS, SOLOK — Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. memimpin rapat rutin evaluasi pelaksanaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Posko Utama Kabupaten Solok, Senin (5/10/2026).
Rapat digelar sekitar pukul 17.00 WIB dan dihadiri unsur Satgas Tanggap Darurat dari TNI, Polri, Brimob, BPBD, BWS V Sumatera serta dinas terkait.
Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan di lapangan, termasuk kebutuhan alat berat dan penyesuaian kekuatan personel.
Sebelumnya, pada siang hari, Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H. bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berada di Posko Utama untuk memberikan ucapan selamat memperingati HUT ke-81 TNI.
Dalam rapat evaluasi, Satgas memetakan sejumlah lokasi yang masih membutuhkan penanganan. Material berupa kayu berukuran besar dan batu-batu besar masih ditemukan di beberapa titik terdampak.
Mobilisasi alat berat menjadi salah satu kebutuhan untuk mempercepat pembersihan material tersebut. Konsentrasi penanganan antara lain berada di sepanjang aliran sungai di sekitar Kantor DPRD Kabupaten Solok.
Hasil evaluasi juga memutuskan adanya pengurangan personel dari unsur TNI, Polri dan Brimob yang diperbantukan dalam penanganan bencana.
Wakil Bupati Solok H. Candra menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti seluruh personel ditarik atau operasi tanggap darurat dihentikan.
“Ini perlu disikapi dengan hati-hati. Pengurangan personel bukan berarti penarikan seluruh personel. Ini berdasarkan perhitungan dan pertimbangan kebutuhan penanganan di lapangan. Seluruh satgas tetap melakukan pemulihan sampai masa tanggap darurat berakhir.”
Menurut Candra, penyesuaian kekuatan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan aktual di lapangan. Personel yang masih diperlukan tetap melaksanakan tugas sesuai sektor penanganannya.
Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Khairul membenarkan adanya pengurangan personel tersebut.
“Memang ada pengurangan personel. Ini berdasarkan hasil kajian kebutuhan penanganan di lapangan. Jadi bukan berarti seluruh personel ditarik dan penanganan dihentikan.”
Khairul mengatakan, Satgas Tanggap Darurat tetap melaksanakan penanganan hingga masa tanggap darurat berakhir.
“Penanganan tetap berjalan. Personel yang masih dibutuhkan tetap melaksanakan tugas sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.”
Di sisi lain, BWS V Sumatera tetap melakukan penanganan sesuai tugas dan kewenangannya, terutama pada kawasan aliran sungai yang terdampak.
Satgas juga masih memprioritaskan penanganan material sisa bencana dan pemulihan kawasan yang membutuhkan dukungan alat berat.
Penyesuaian personel dilakukan setelah mempertimbangkan hasil pemetaan dan kajian kebutuhan. Pengurangan kekuatan tersebut tidak menjadi tanda berakhirnya operasi tanggap darurat.
Satgas Tanggap Darurat bersama unsur terkait tetap melakukan penanganan dan pemulihan sampai status tanggap darurat Kabupaten Solok berakhir. STK














