Irwan Basir Lepas Keberangkatan Almarhumah Rosna Ke Peristirahatan Terakhir

  • Bagikan

Padang | Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH.MM Melepas Keberangkatan Almarhumah Rosna Suku Chaniago Ke Peristirahatan Terakhir. Indak dapek sakandak padi, Sakam balah dalam parahu. Indak dapek sakandak hati, Kandak Allah juo nan balaku.

Kehidupan di dunia ini sudah ada yang menentukan dan batasnya adalah kematian. Kematian sudah menjadi kehendak Allah bagi setiap makhluk-Nya. Kematian adalah salah satu musibah yang sudah menjadi ketentuan Allah kepada kita. Hanya kita tidak tahu kapan waktunya. Kita hanya tinggal menjalaninya.

Demikian disampaikan Irwan Basir dalam pidatonya saat melepas jenazah Almarhumah Rosna suku Chaniago yang meninggal di usia 90 tahun pada hari Kamis, (12/4/2022) di rumah duka Sungai Lareh Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.

Lebih lanjut ketua MPA KAN Pauh IX ini mengatakan, hidup di atas dunia ini hanya lah sementara. Karena hanya sebentar maka pergunakan hidup itu hanya untuk beribadah kepada Allah Swt. Ada kehidupan yang lebih panjang yaitu di akhirat. Jadi pergunakanlah waktu yang diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya sebelum nanti maut datang menjemput.

” Maut tidak akan memilih lagi siapa yang akan didatanginya. Walau itu pejabat, orang berpangkat, orang kaya, orang miskin, Tua atau muda, jika ketentuan sudah datang sedetik pun kita tidak bisa lari darinya. Kullun nafshin dzaikatul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Itu sudah menjadi ketentuan Allah Swt “, ujar Datuk Penghulu suku Jambak ini lagi.

Irwan Basir juga mengatakan kematian merupakan adalah pelajaran bagi kita. Mungkin saat ini Almarhumah ibu Rosna yang berbaring di hadapan kita. Hari ini kita yang datang kerumah duka ini untuk melayatnya. Suatu saat nanti mungkin kita yang terbaring dihadapan para pelayat yang datang kerumah kita. Ini lah pelajaran bagi kita kalau kehidupan di atas dunia ini tidaklah selamanya dan ada waktunya kita kembali menghadap kepada-Nya.

” Jadi memang tidak ada yang perlu kita banggakan di atas dunia ini. Baik itu pangkat, jabatan, kekayaan semuanya tidak akan dibawa disaat ajal datang menjemput. Hanya amal ibadah yang kita lakukan selama didunia ini yang akan kita bawa nantinya”, ucap Irwan Basir.

Ketua DPD LPM Kota Padang ini juga memohonkan maaf kepada pelayat dan seluruh hadirin untuk almarhumah. Hal ini supaya perjalanan almarhumah dalam menghadap penciptanya tidak terhalang oleh kesalahannya.

“Alamarhumah orang tua kita, ibu kita, nenek kita sudah hidup selama 90 tahun. Tentu dalam hidupnya ada melakukan kesalahan baik yang disengaja atau tidak disengaja. Untuk itu kewajiban bagi kita untuk memberikannya maaf agar lapang jalan beliau menuju sang Khalik.

Pun keluarga juga sudah memaafkan jika ada diantara kita yang punya kesalahan terhadap beliau semasa hidupnya. Terhadap hutang-piutang yang bisa dipertanggung jawabkan hitam di atas putih, keluarga alamarhumah akan menyelesaikannya”, ujar Irwan Basir.

Almarhumah Rosna meninggal di usia tua 90 tahun, meninggalkan 12 orang anak dan 40 cucu. Hadir datang melayat penghulu suku chaniago yang juga ketua KAN Pauh IX Suardi Dt. Rajo Bujang beserta seluruh ninik mamak bajinih suku Chaniago dan juga hadir ninik mamak pengurus KAN Pauh IX.

(MS/DP)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.