Pengurus DPW Perkumpulan Petani Penggiat Porang Nusantara (P3N ) Provinsi Sumatera Barat Adakan Sosialisasi Budidaya Tanaman Porang Emas Ranah Minang

TANAH DATAR | SHOOTLINENEWS.COM – Simabur Dewan Pimpinan Wilayah P3N Sumatera Barat sosialisasikan budidaya tanaman Porang kepada masyarakat Nagari Simabur Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat,Acara dihadiri Pengurus DPW P3N Sumatera Barat  , Perwakilan Petani Porang atau Pengurus DPC P3N Sijunjung,Dharmasraya,Sawahlunto,Padang Panjang dan Tanah Datar  ,Wali Bapak Zulbahri,Ninik Mamak Nagari Simabur dan Petani Tanaman Porang . Di Surau Kolam Nagari Simabur, Sabtu ( 22/05/2021 ).
Wali Nagari Simabur Bapak Zulbahri dalam sambutanya atas nama Pemerintahan dan Masyarakat Nagari Simabur Kecamatan Pariangan mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada pengurus DPW P3N Provinsi Sumatera Barat serta Bapak-bapak dan Ibuk-ibuk yang telah meluangkan waktunya, semoga kedatangannya membawa manfaat bagi masyarakat Nagari Simabur ini, Zulbahri atas Nama Pemerintahan Nagari mewakili masyarakat Simabur memohon kepada pengurus DPW P3N Sumatera Barat berharap sosialisasi budidaya tanama porang ini bisa dicanangkan di Nagari Simabur, karena dilihat dari luas lahan dan SDM dibidang pertanian sangat mendukung untuk membudidayakan tanaman porang ini . Jelas Zulbahri.


Zulbahri selaku Wali Nagari Simabur sangat mendukung sekali kegiatan ini , dan insyaallah nantinya akan mengajak masyarakat atau petani yang ada di Nagari Simabur ini untuk membudidayakan tanaman porang .Untuk itu berharap kepada pengurus DPW P3N Sumatera Barat memberikan gambaran tetang apa itu tanaman porang ,bagaimana cara membudidayakanya dan bagai mana cara pemasaran nantinya.Dan Zulbahri berharap semoga dengan adanya sosialisasi ini masyarakat Simabur khussnya yang hadir dihari ini, tertarik untuk membudidayakan tanaman porang dan bagaimana Masyarakat Simabur bisa bergabung kedalam komunitas di Provinsi Sumatera Barat, semoga dengan membudidayakan tanaman porang ini nantinya bisa memajukan perekonomian masyarakat di Nagari Simabur.seperti yang saat ini dinagari Simabur ini sudah memulai membudidayakan tanaman cabe,padi dan saat ini sedang berjalan membudidayakan tanaman Vanili masih dalam tahap pengembangan ,untuk itu kepada ketua DPW P3N Sumatera Barat bombing masyarakat Simabur untuk dapat membudidayakan tanama porang ini dari awal sampai menuai hasil nantinya.Ungkap Zulbahri.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah ( DPW ) P3N Provinsi Sumatera Barat Bapak Dirmansyah dalam sambutanya mengucapkan ribuan terimakasih kepada Bapak Ali sebagai Pasilitator dalam kegiatan ini, dan juga kepada Bapak Wali Nagari dan petani- petani yang ada di Nagari Simabur yang hadir pada acara sosialisasi ini .Firmansyah selaku Ketua DPW P3N Provinsi Sumatera Barat menjelaskan tentang apa itu tanaman Porang,asalnya dari mana, apa manfaatnya,bagai mana cara membudidayakanya ,bagai mana cara perawatannya dan bagai mana cara pemasaranya.Jelas Dirmansyah.
Dirmansyah menyebutkan Tamanan Porang ini merupakan Tanaman baru yang dikenal di Provinsi Sumatera Barat ,Porang adalah salah satu tanaman penghasil umbi dan memiliki nilai ekonomi tinggi, selain itu Porang juga merupakan tanaman lokal di Indonesia yang banyak tersebar di Pulau Jawa, hal ini didukung oleh kontur tanah dan iklim di wilayah Jawa yang paling cocok untuk pertumbuhannya.Dirmansyah mengatakan budidaya Tanaman Porang, merupakan salah cara untuk merubah mainset para petani yang dulunya hanya petani biasa menjadi luarbiasa.Di Sumatera Barat ini porang ini termasuk tanaman yang baru dikenal dan dibudidayakan di Sumatera Barat,Ungkap Dirmansyah .
Porang ini merupakan tanama asli negara Indonesia bukan dari Negara Luar lainya,Porang merupakan jenis tanaman umbi-umbian dan yang akan di produksi atau dijual nanti adalah umbinya porang , porang termasuk tanaman pangan karena porang mengandung karbohidrat yang tinggi yang merupakan salah syarat tanaman pangan, disebutkannya, tanaman porang juga memiliki kandungan serat alami, yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti sayur. Selain itu, tanaman ini juga memiliki kandungan glukosa yang rendah dan karbohidrat tinggi sama dengan nasi dan ubi. “Disamping bisa dikonsumsi, umbi porang merupakan salah satu bahan baku pembuatan kosmetik, tepung, cat, jeli, dan lainnya karena memiliki zat perekat alami. Jadi untuk pemasarannya bersifat unlimited, karena sangat dibutuhkan di berbagai macam industri di Nusantara bahkan secara Internasional,” ungkapnya.
Dirmansyah juga menjelaskan tanaman porang ini merupakan komoditi yang sedang booming di masa pandemi Covid-19. Karena tanaman ini tidak terkena dampak ekonomi walaupun pandemi masih melanda dunia. “Saya yakin budidaya tanaman porang di Nagari Simabur khususnya dan Tanah Datar pada umumnya akan berhasil kedepannya dengan syarat tidak berhenti di tengah jalan. Namun kita berharap dalam budidaya ini Pemerintahan Daerah melalaui Dinas Pertanian setempat harus berkerjasama dan mempasilitasi pembudidayaan tanaman porang ini, sehingga dapat memberikan semangat bagi pembudidaya,” katanya.“Dengan Budidaya Tanaman Porang, Masyarakat akan lebih sejahtera karena tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor,” kata Dirmansyah.
Dirmansyah juga menerangkan cara menanam atau membudidayakan porang , bagai mana bentuknya dan kemana dijual berapa harga jualnya. Porang merupakan tanaman liar yang hidup diantara sela-sela batang-batang kayu,dapat tumbuh sendiri,berkembang sendiri , porang berkembang dengan biji dalam bahasa lain biji katak dan spora yang terakhir umbi.Semenjak tahun 2010 permintaan porang ini untuk eksport ada kurang lebih empat negara yang membutuhkan porang ini.Salah satunya adalah negara Cina,Jepang,Thailand dan Vietnam.Yang dibeli itu umbinya dengan standar atau yang telah melalaui proses sehingga layak untuk dijual.Karena permintaan pasar khususnya eksport semakinbanyak akhirnya porang ini dibudidayakan .Cara budidaya tanaman porang ini sangat sederhana tidak perlu menggunakan pupuk yang mahal perawatanya pun sangat mudah tidak butuh perawatan khusus.Ungkapnya.
Untuk petani yang ingin bertanam porang khususnya masyarakat Nagari Sibur tidak perlu mengganti tanaman yang sudah ada dengan tanaman porang , kita dapat menanam porang diperkarangan-perkarangan rumah yang kosong.Di Tanah Datar ini banyak sekali lahan yang kosong, kita manfaatkan dulu lahan yang kosong tersebut tanam sebanyak-banyaknya tanaman porang .Tanama porang ini mempunyai daya tarik tersendiri membudidayakan tanaman porang dapat menghilangkan stress,pertumbuhanya terlalu muda dan butuh proses ,
Berikut adalah tips untuk menanam dan melakukan budidaya tanaman porang menurut ahli:
1. Tanah harus diolah Tindakan pertama yang harus dilakukan saat menanam porang adalah merawat dan mengolah tanah tempat tanamnya. “Tanahnya harus diolah, kalau tanahnya keras umbinya gepeng (the press globos). Kalau tanahnya gembur, itu umbunya globos, membulat,” jelas Dirmansyah. Saat porang ditanam di tanah keras, maka umbi yang ada di dalam tanah akan cenderung tumbuh ke arah atas. Sehingga, hasil panennya akan didapatkan umbi porang yang berbentuk serupa dengan singkong agak memanjang. Sebaliknya, jika ditanam di tanah yang gembur. Maka, hasil umbi Porang akan tumbuh ke samping dan bisa membulat besar. “Apalagi tanah yang kandungan pasirnya tinggi itu lebih bagus lagi,” tuturnya.
2. Ditanam jangan terlalu dalam Hal berikutnya yang harus dilakukan agar hasil umbi porang bagus adalah jangan menanam bibit porang terlalu dalam. Dirmasnyah menyebutkan, kedalaman yang paling ideal adalah sekitar 10-15 sentimeter di kedalaman tanah. Jika Anda menanamnya terlalu dalam, maka hasil umbi porang akan memanjang seperti singkong, tetapi juga terdapat sekat di antaranya. “Kalau terlalu dalam (menanamnya), bisa pisah-pisah (pada umbinya),” jelasnya.
3. Jarak tanam jangan terlalu rapat Meski tanaman Porang merupakan tanaman yang bisa ditanam di naungan pohon ataupun tumbuhan lain, Dirmansyah menyarankan agar jarak tanam porang jangan terlalu rapat. Jika Anda menanamnya dengan jarak rapat, maka umbi porang sulit untuk tumbuh besar membulat.
4. Harus diberi pupuk Sama halnya dengan tanaman lain, untuk mendapatkan hasil yang maksimal harus diperlukan pupuk. Dirmasnyah menyarankan, pupuk yang digunakan untuk porang adalah pupuk kandang. “Sebaiknya harus pupuk kandang. Ini akan bagus untuk kondisi tanah subuh, secara fisika, kimia dan biologisnya juga baik dengan pupuk kandang,” ujarnya. Setidaknya, menurut dia, akan lebih baik jika petani memberikan 1 kilogram pupuk kandang, hanya sekali selama masa tanam. “Kalau pake pupuk NPK itu memang hasilnya lebih bagus juga, tapi kandungan kimianya tinggi,” kata dia. Jika tetap ingin memberikan campuran pupuk kimia NPK, maka cukup 1 kali saja selama masa tanam. Sebagai informasi, masa tanam porang umumnya dilakukan saat periode musim kemarau hingga awal musim hujan.
5. Bersihkan rumput dan alang-alang sekitar Porang Dikatakan Dirmansyah, sebenarnya porang merupakan tanaman yang tanpa dirawat masih tetap bisa tumbuh. Akan tetapi, dengan melakukan perawatan seperti membersihkan rumput dan alang-alang yang tumbuh di sekitar tanaman porang bisa membuat hasil panen lebih baik. “Kalau bisa, kalau ada tanaman alang-alang itu dicabuti. Soalnya (alang-alang di dalam tanah) bisa menembus umbi, bikin rusak umbi Porang,” jelas Dirmasnyah.
6. Semprot seperlunya Membudidayakan tanaman porang ini tidak cukup sulit seperti tanaman lainnya. Dirmansyah berkata, selama masa tanam, porang tidak perlu disemprot pestisida secara rutin. Kecuali, jika tanaman tersebut berada di tanah yang terlalu lembab dan diserang jamur, serta saat tanah terinfeksi yang bisa mengakibatkan umbi porang juga ikut terinfeksi. Jika tanah di sekitar penanaman Porang tersebut terinfeksi, maka petani wajib dan harus membersihkannya. “Tanaman yang satu saluran air (tanah terinfeksi) lainnya harus dipupuk dan dikasih fungisida,” ucap dia.
7. Panen porang Porang dapat dipanen setelah enam bulan atau sehabis periode musim kemarau berakhir. Jika tidak dipanen, tanaman porang akan layu dan seolah mati. Tapi mereka tidak mati, nanti musim berganti, tahun depan saat musim kemarau berikutnya kalau diberikan pupuk dan dirawat, tanaman porang bisa berisi kembali. “Makanya kalau tidak sempat panen, bisa sampai tiga tahun ke depan, itu nanti hasilnya besar umbinya kalau dirawat,” porang tumbuh apabila curah hujan tinggi porang akan tumbuh sendiri dan diusia empat bulan dan dalam bulan selanjutnya tanaman porang akan mengalami namanya Dorman maksudnya batang atau tunas dari tanaman porang ini mati sendiri dan biji katanya sudah lepas dan siap dipanen, dan akan terjadi beberapa kali Dorman sampai batang terakhir Proses Dorman pertumbuhan tanaman porang enam sampai delapan bulan proses pertumbuhan porang .Di usia delapan bulan itu sudah masak dan umbi yang ada siap dipanen dan dijual hasilnya, dan ukuran umbi itu disesuaikan dengan bibit kalau bibitnya kecil atak katak mini proses umbi dalam usia delapan bulan itu telah menghasilkan umbi. Jelas Dirmansyah

Setelah memberikan sosialisasi Dirmasnyah mengadakan dialog kepada peserta yang lebih kurang berjumlah 40 orang, dalam dialog beberapa peserta sosialisasi memberikanpertanyaan antara lain :
1. Bagaimana cara membudidayakan tanaman porang ini di Sumatera Barat sedangkan Iklim atau atau musim yang ada di Sumatera Barat berbeda dengan iklim yang ada di pulau Jawa ?
2. Apakah dengan kondisi Iklim atau cuaca di Sumatera Barat Tanaman porang akan terjadi masa yang namanya Dorman tadi ?
3. Dimana bisa mendapatkan bibit berparietas yang baik dan unggul ?
4. Kalau bisa untuk membudidayakan tanaman porang ini berkerjasama dengan Pemerintahan Daerah melalui dinas Pertanian untuk mempasilitasi petani porang ?
5. Untuk diadakan lagi bintek bagaimana cara menanam porang !

Setelah mendapat beberapa pertanyaan ketua DPW P3N Sumatera Barat Dirmansyah menjawab semua pertanyaan yang dilemparkan kepada DPW dan semua pertanyaan telah dijawab dengan baik.sebelum menutup sosialisasi Dirmanyah menyarankan untuk kabupaten Tanah Datar membuat DPC guna mempermuda pengadministrasian komunitas petani porang nantinya,DPW P3N Sumatera Barat akan mengeluarkan SK untuk pengurus DPC nantinya .Semoga peserta yang hadir ini dapat termotivasi untuk membudidayakan tanaman porang guna meningkatkan perekonmian dan menambah penghasilan nantinya. Ajak Disrmansyah.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris DPW P3N Sumatera Barat Ibu Dra.Irda Suryani.MM menjelaskan selain DPW P3N menyediakan bibit tananam porang , Irda menyampaikan melalui Pemerintahan Nagari bisa membantu masyarakat seandainya Virus Covid -19 ini habis Pemerintahan Nagari bisa mengambil dari sebagian dana Desa untuk membantu petani untuk membudidayakan tanaman porang ini khususnya untuk Nagari Simabur bisa kita kembangkan dan di pasilitasi serta dikembangkan dari rumah kerumah di Nagari Simabur ini , Kedepanya Nagari Simabur akan menjadi Pilot Projek untuk Kabupaten Tanah Datar , dengan cara Pemerintahan Nagari melalaui DPW P3N Sumatera Barat dana tersebut diberikan kepada petani di Simabur, dan menjadi asset Nagari nantinya.Jelas Irda Suryani.

Sebagai Sekretaris DPW P3N Sumatera Barat kebetulan tinggal di Kabupten Tanah Datar tepatnya di Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo dan telah melakukan pembudidayaan tanaman porang sudah berjalan lebih kurang delapan 8 bulan,Saya siap membantu atau memberikan petunjuk atau pembinaan untuk membudidayakan tananma porang ini kepada Masyarakat Simabur dan Masyarakat Tanah Datar kedepanya, apa yang bisa kita bantu untuk kemajuan petani porang kita akan bantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan.Karena kita sama-sama pemula akan tetapi pengurus DPW P3N telah lebih dahulu memulai membudidayakan tanaman porang dan telah mempunyai pengalaman.Khsusnya untuk didaerah Kecamatan Lintau Buo untuk tanaman porang sudah menanam sebanyak 50 ribuan batang porang ,dan telah melaksnakan sosialisasi ke Kecamatan yang ada di Tanah Datar seperti kecamatan Sungayang yang telah mencoba menanam tanaman porang seluas 2 hektare, sekolah-sekolah juga sudah ada yang membudidayakan tanaman porang tersebut.Kata Irda .

Sebagai pengurus DPW P3N Sumatera Barat Irda Suryani siap membatu dan membina Masyarakat khususnya Nagari Simabur yang ingin bembudidayakan tanaman porang tentang cara dan perawatan tananaman porang.Hal ini dilakukan untuk Kemajuan perekonomian Kabupaten Tanah Datar Kususnya dan Sumatera Barat Pada Umumnya , yang penting kita sama-sama semangat bagai mana tanama porang ini bisa membuming di Tanah Datar dan DPW P3N akan melakukan kerjasama kepada Pemerintahan Provinsi dan Pemerintahan Daerah bagai mana petani porang ini mendapat kemudahan serta diberikan pasilitas oleh pemerintahan daerah nantinya.Sebagai Sekretaris DPW P3N Irda Suryani telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar dan telah mendapat respon baik , Dinas pertanian akan mempelajari dan mendata petani porang yang telah ada di Tanah Datar .Nanti pemerintahan Nagari melalui Dinas Pertanian membeli bibit kepada pengurus Koperasi DPW P3N Provinsi melalui pengurs DPC nantinya .Kata Irda .

Sebagai tambahan petani porang di Tanah Datar ini belum terbentuk pengurusnya atau Organisasinya belum ada, sebenarnya di Tanah Datar ini sudah banyak petani yang sudah membudidayakan tanaman porang ini , seperti di Sumanik,Salimpaung,Lintau Buo , Lintau Buo Utara dan lain-lainnya .Irda Suryani sebagai Sekretaris DPW P3N Sumatera Barat sekaligus Petani Porang ingin kedepanya Petani Porang mendapat perhatian khusus dari pemerintahan Daerah, guna membudidayakan tanaman porang nantinya.Ungkap Irda Suryani.

Setelah acara Sosialisasi dan dialog selesai acara ditutup dengan penyerahan secara Bibit Porang kepada Wali Nagari Simabur dan Salah satu perwakilan masyarakat Nagari Simabur sebagai oleh-oleh dari pengurus DPW P3N Sumatera Barat .Roma Fitra

Penulis: ROMA FITRA | KORLIP Editor: RF3P