Perumda Air Minum Tirta Tamiang Terus Bergerak

  • Bagikan

Aceh Tamiang, Shootlinenews.com — PERUMDA Air Minum Tirta Tamiang dengan keterbatasan terus berjuang mempertahankan dan berupaya dalam memberikan layanan air minum kepada masyarakat tanpa memiliki sumber pendapatan, karena sampai saat ini tidak ada tagihan air kepada pelanggan dan bantuan masuk setelah masa tanggap darurat berakhir.

Sementara kas perusahaan telah habis membiayai operasional perusahaan bulan untuk Desember 2025 sampai dengan Januari 2026 lalu. Dengan kondisi ini perusahaan tidak mampu membayar gaji karyawan untuk bulan Februari 2026 dan bulan-bulan berikutnya. Tunjangan Hari Raya (THR) yang merupakan kewajiban hukum perusahaan juga tidak dapat dipenuhi tanpa bantuan segera.

Dengan penghasilan Nol Rupiah, tentu pembiayaan pengadaan bakan kimia, perbaikan jaringan pipa distribusi, pipa jaringan sambungan rumah, penggantian water meter, maupun pengadaan fasilitas kantor menjadi Nihil.

Apalagi hasil temuan lapangan kondisi perpipaan diperparah oleh aktivitas pekerjaan rehabilitasi lingkungan yang menggunakan alat berat. Merusak jalur-jalur pipa yang ada. Water meter pelanggan banyak yang hilang atau rusak, sehingga pemakaian pelanggan tidak dapat diukur secara akurat dan berdampak langsung pada pendapatan perusahaan.

Langkah – Langkah Percepatan Pemulihan Perumda Tirta Tamiang

Tepat tanggal 12 Februari 2026, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi melantik Juanda, S.IP direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang dengan segudang persoalan yang dihadapi perusahaan serta dituntut untuk dapat memberikan pemenuhan hak dasar warga yaitu tersedianya ‘Air Bersih’.

Dengan keterbatasan segalanya, Juanda, S.IP selaku Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang melakukan upaya – upaya percepatan pemulihan pascabencana dengan membentuk Tim Percepatan Pemulihan Infrastruktur Jaringan Perpipan.

“Tim ini dibentuk untuk memastikan perbaikan jaringan perpipaan berjalan secara terstruktur dan efektif. Tentu guna percepatan perbaikan sehingga pendistribusian air sampai kepada masyarakat khusunya pelanggan,” ungkap Juanda, Rabu (4/3/2026) di Karang Baru.

Kemudian Juanda membentuk Tim Percepatan Pemulihan dan Pendampingan Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan, Rehabilitasi dan Rekondisi Pascabencana.

“Tentu tim ini untuk memastikan kelancaran, ketepatan waktu, dan keberhasilan program pemulihan layanan air minum pascabencana hidrometeorologi. Tim ini merupakan garda terdepan yang menggerakkan seluruh proses pemulihan Perumda Tirta Tamiang secara terstruktur dan terkoordinasi,” urai Juanda.

Disisi lain Juanda melakukan koordinasi dan percepatan pemulihan operasional IPA Babo. Memastikan masyarakat Kecamatan Bandar Pusaka kembali mendapatkan layanan air bersih yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan sesegera mungkin.

Penulis: Ryu R.FEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *