Sekda Aceh Tamiang Buka Pelatihan Aktor Lokal, Perkuat Koordinasi Respons Bencana Hidrometeorologi

  • Bagikan

Aceh Tamiang, Shootlinenews.com — Plt. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, resmi membuka kegiatan peningkatan kapasitas aktor lokal dalam koordinasi respons bencana hidrometeorologi di Aula Setdakab, Kamis (30/04/26).

Kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif, tepat sasaran, dan bebas dari tumpang tindih bantuan.

Tanpa koordinasi yang solid, bantuan berpotensi tidak merata, bahkan menumpuk di satu wilayah sementara daerah lain sulit dijangkau. Namun berkat sinergi yang baik antara pemerintah, NGO dan BNPB, distribusi bantuan dapat lebih terarah hingga ke tingkat kecamatan,” ujarnya.

Plt. Sekda juga mengakui bahwa dalam situasi darurat, khususnya saat banjir melanda, pemerintah daerah memiliki keterbatasan karena banyak pihak juga terdampak. Oleh karena itu, peran lembaga kemanusiaan sangat membantu dalam mempercepat penanganan di lapangan.

Memasuki masa transisi pascabencana, kondisi pengungsian di Aceh Tamiang mulai berangsur membaik. Pemerintah daerah menargetkan pada bulan Mei mendatang tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda pengungsian. Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk penyediaan lahan di 14 titik untuk pembangunan huntara dan huntap, meskipun masih terdapat beberapa kendala yang terus diupayakan penyelesaiannya.

Selain itu, pemerintah bersama para mitra juga terus mendorong penyediaan fasilitas dasar seperti air bersih dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi Pusdalops BNPB, Riswandi, menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi merupakan salah satu yang terbesar yang pernah ditangani, melibatkan tiga provinsi, dengan Aceh Tamiang sebagai wilayah dengan dampak cukup parah. Oleh karena itu, penguatan sistem koordinasi menjadi sangat penting guna memastikan efektivitas penanganan dan pemulihan.

Kegiatan dihadiri Kepala Bappeda, Dinas Perumahan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta lembaga kemanusiaan yang tergabung dalam Indonesia Humanitarian Coordination Platform (IHCP) dan NGO serta tamu undangan lainnya.

Penulis: Ryu R.FEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *