Sentuhan Hati Ketua DPRD Aprinaldi dan Istri, Santuni Anak Yatim dari Tiga Nagari

  • Bagikan

PD. PARIAMAN | Di bulan Ramadan yang sarat nilai kemanusiaan, sebuah pemandangan hangat tersaji dari kediaman seorang tokoh di Padang Pariaman. Bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi sebuah pertemuan hati antara mereka yang memberi dan yang menerima, dalam balutan suasana penuh keikhlasan.

Rabu (18/03/2026), rumah Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd, M.Pd, AIFO, mendadak dipenuhi langkah-langkah kecil penuh harap. Sebanyak 110 anak yatim dari Nagari Campago, Sikucur, dan V Koto Timur hadir, membawa cerita hidup yang tak selalu mudah, namun tetap menyimpan senyum.

Di momen itu, tak terlihat sekat antara jabatan dan masyarakat. Aprinaldi bersama istrinya, Ibu Yona Arisca, M.Pd, menyambut para anak yatim dengan sikap sederhana, menghadirkan nuansa kekeluargaan yang begitu terasa.

Satu per satu anak-anak disapa, diajak berbincang ringan, hingga suasana yang awalnya hening berubah menjadi penuh canda. Kedekatan itu menjadi bukti bahwa perhatian kecil mampu memberi arti besar bagi mereka yang membutuhkan.

Kegiatan santunan ini, bagi Aprinaldi, bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, ia memaknainya sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang lahir dari hati, bukan karena kewajiban semata.

“Alhamdulillah, kami masih diberi kesempatan untuk berbagi di bulan Ramadan ini. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberi manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak kita,” ucapnya dengan nada penuh harap.

Ia menuturkan, bantuan yang diberikan bukan hanya untuk membantu secara ekonomi, tetapi juga untuk memastikan anak-anak yatim tetap merasakan suasana lebaran yang layak dan penuh keceriaan.

Baginya, Idul Fitri adalah milik semua. Tidak boleh ada anak yang merasa tertinggal dalam merasakan kebahagiaan, meskipun mereka hidup dalam keterbatasan.

“Yang ingin kita hadirkan adalah rasa bahagia itu. Agar mereka tetap bisa tersenyum menyambut hari kemenangan,” tambahnya.

Kehadiran Ibu Yona Arisca turut memperkuat nuansa kehangatan dalam kegiatan tersebut. Dengan penuh perhatian, ia mendampingi anak-anak, menunjukkan bahwa kasih sayang bisa hadir dari siapa saja yang peduli.

Suasana yang tercipta pun jauh dari kesan formal. Lebih menyerupai pertemuan keluarga besar yang dipenuhi rasa saling memiliki dan saling menguatkan.

Bagi masyarakat yang menyaksikan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu momentum besar. Justru dari langkah sederhana, dampak yang dihasilkan bisa begitu luas.

Ramadan kembali menegaskan maknanya sebagai bulan untuk memperbaiki hubungan antarmanusia. Tidak hanya dengan ibadah, tetapi juga dengan aksi nyata yang menyentuh kehidupan orang lain.

Aprinaldi berharap, kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk ikut berbagi, sesuai kemampuan masing-masing.

Ia meyakini, sekecil apa pun bantuan yang diberikan dengan tulus, akan membawa kebahagiaan yang tak ternilai bagi penerimanya.

Menjelang akhir kegiatan, wajah-wajah ceria anak-anak menjadi gambaran paling nyata dari arti berbagi. Senyum mereka seakan menjadi doa yang terucap tanpa kata.

Dari sebuah rumah di Padang Pariaman, tersampaikan pesan sederhana namun kuat: bahwa kepedulian adalah bahasa universal yang mampu menyatukan hati, terutama di bulan yang penuh berkah ini.

Catatan Redaksi:

Aksi berbagi di bulan suci merupakan cerminan nilai kemanusiaan yang terus hidup di tengah masyarakat. Kepedulian yang dilakukan dengan tulus tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menumbuhkan harapan dan mempererat kebersamaan.

Wyndoee

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *