TANAH DATAR – Bupati Eka Putra menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat saat memimpin Tim Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar di Masjid Jihad Kawai, Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kamis (26/2/2026) malam. Dalam kunjungan tersebut, warga menyampaikan persoalan irigasi, kelangkaan pupuk bersubsidi, perbaikan rumah adat, hingga maraknya pencurian hasil pertanian, yang langsung ditanggapi dengan solusi dan komitmen tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Aspirasi itu disampaikan Pengurus Masjid Jihad Kawai, Syafriwal, mewakili masyarakat. Ia menjelaskan bahwa persoalan saluran irigasi berdampak pada hasil pertanian warga, sementara kelangkaan pupuk bersubsidi menyulitkan petani dalam masa tanam. Selain itu, sebanyak 12 rumah adat di nagari tersebut masih membutuhkan perhatian untuk direnovasi, serta perlunya penanganan serius terhadap kasus pencurian hasil pertanian yang meresahkan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Eka Putra menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah menyerap dan menjawab langsung kebutuhan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa perbaikan irigasi akan dikoordinasikan dengan dinas teknis untuk dilakukan pendataan dan penanganan bertahap sesuai skala prioritas anggaran.
Terkait pupuk bersubsidi, Bupati menyebut pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan distributor dan pihak terkait agar distribusinya tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan di tingkat petani. Untuk perbaikan rumah adat, pemerintah daerah akan mendorong sinergi antara pemerintah nagari, perantau, dan dukungan program daerah agar pelestarian warisan budaya tetap terjaga.
Sementara itu, mengenai maraknya pencurian hasil pertanian, Bupati meminta peningkatan koordinasi antara pemerintah kecamatan, Forkopimca, dan aparat keamanan guna memperkuat pengawasan di lapangan. Ia juga mengajak masyarakat mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan berbasis kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mengajak masyarakat menjaga persatuan. Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan dan pandangan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi perekat persaudaraan dalam membangun Tanah Datar.
“Tanamlah pohon, jangan tanam kebencian. Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum menanam kebaikan, memperkuat ukhuwah, dan bersama-sama membangun Tanah Datar yang kuat dan sejahtera,” ujar Bupati.
(**)













