BERITA  

Usai Penetapan Nomor Urut, Pemkab Solok Perkuat Sinergi TNI–Polri Jaga Kondusivitas Pilwana Serentak di 23 Nagari

SLN | AROSUKA – Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, panitia pemilihan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah nagari untuk memastikan seluruh tahapan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, demokratis, dan kondusif.

Langkah tersebut dilakukan setelah seluruh tahapan penetapan nomor urut calon wali nagari di 23 nagari selesai dilaksanakan pada awal Agustus 2026. Memasuki tahapan berikutnya, fokus pemerintah bergeser pada penguatan pengamanan, pencegahan potensi konflik sosial, serta menjaga stabilitas keamanan masyarakat hingga hari pemungutan suara pada 9 September 2026.

Menindaklanjuti arahan Bupati Solok Jon Firman Pandu, S.H., Wakil Bupati Solok H. Candra meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat, camat, pemerintah nagari, Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN), serta jajaran TNI dan Polri untuk memperkuat koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Menurut H. Candra, keberhasilan Pilwana tidak hanya diukur dari lancarnya proses pemungutan suara, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga suasana tetap damai, sejuk, dan kondusif sejak tahapan kampanye hingga penetapan calon terpilih.

“Bapak Bupati Jon Firman Pandu memberikan arahan agar seluruh tahapan Pilwana Serentak menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, panitia penyelenggara, aparat keamanan, pemerintah nagari, hingga seluruh elemen masyarakat harus bersinergi menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Jangan sampai perbedaan pilihan politik merusak persaudaraan yang selama ini terjalin dengan baik di nagari,” ujar H. Candra.

Ia menegaskan, memasuki tahapan setelah penetapan nomor urut, seluruh unsur pengamanan perlu meningkatkan kewaspadaan melalui pendekatan persuasif dan langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keaman

Karena itu, H. Candra meminta jajaran TNI dan Polri terus mengoptimalkan patroli dialogis, deteksi dini, serta komunikasi aktif dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, bundo kanduang, dan seluruh unsur masyarakat guna mencegah berkembangnya isu provokatif, kampanye hitam, maupun penyebaran informasi bohong yang dapat memicu konflik.

“Kami mengajak seluruh calon wali nagari beserta tim pendukungnya untuk berkompetisi secara sehat, mengedepankan etika politik, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, serta menahan diri dari tindakan yang dapat memecah belah masyarakat. Pilwana adalah pesta demokrasi masyarakat nagari, bukan arena permusuhan,” katanya.

Selain aspek keamanan, Pemerintah Kabupaten Solok juga meminta panitia penyelenggara memastikan seluruh tahapan administrasi dan logistik pemilihan berjalan sesuai jadwal, transparan, dan akuntabel, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi tetap terjaga.

Koordinasi lintas sektor juga diarahkan untuk melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kompetisi politik cukup tinggi, sehingga langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal melalui pendekatan yang humanis dan mengedepankan musyawarah.

H. Candra menegaskan, Pemerintah Kabupaten Solok memberikan dukungan penuh terhadap seluruh langkah pengamanan yang dilakukan aparat TNI dan Polri sebagai bagian dari upaya menciptakan Pilwana yang jujur, adil, aman, dan bermartabat.

“Pengamanan tidak hanya dilakukan saat hari pemungutan suara, tetapi harus mengawal seluruh tahapan Pilwana. Kita ingin masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan rasa aman, tanpa intimidasi, tanpa tekanan, serta tetap menjaga persatuan dan persaudaraan. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pemimpin seluruh masyarakat nagari, sehingga demokrasi ini harus melahirkan persatuan, bukan perpecahan,” tegasnya.

Pilwana Serentak Kabupaten Solok dijadwalkan memasuki masa kampanye pada 1–3 September 2026, sementara pemungutan suara akan dilaksanakan pada 9 September 2026.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap seluruh calon, tim pendukung, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama menjaga nilai-nilai persatuan serta menjunjung tinggi falsafah Minangkabau bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakat, sehingga Pilwana Serentak 2026 menjadi contoh pelaksanaan demokrasi nagari yang aman, damai, berkualitas, dan mampu menghasilkan pemimpin terbaik bagi kemajuan Kabupaten Solok. SKT