Wabup Aceh Tamiang Alokasikan Rp10 Miliar untuk Honor PPPK Paruh Waktu di Konferensi PGRI

  • Bagikan

Aceh Tamiang, Shootlinenews.com — Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I., secara resmi membuka Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-23 Kabupaten Aceh Tamiang yang digelar di FN Kafe Kampung Dalam, Sabtu (25/4/26). Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan guru dengan mengalokasikan anggaran miliaran rupiah.

Wabup Ismail mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah menyiapkan dana sebesar Rp10 miliar untuk pembayaran honorarium guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Meski mengakui kondisi saat ini belum sepenuhnya ideal, ia memastikan pemerintah terus mencari solusi bertahap bagi para tenaga pendidik.

“Kami meminta para guru PPPK paruh waktu untuk bersabar. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan akan terus bersinergi agar kesejahteraan guru dapat terpenuhi secara layak,” ujar Ismail dalam sambutannya.

Menjawab aspirasi organisasi, Wabup juga memberikan lampu hijau terkait penggunaan atribut profesi. Mulai pekan depan, para guru di Aceh Tamiang diperbolehkan mengenakan batik PGRI setiap hari Rabu. Kebijakan ini disambut positif sebagai bentuk pengakuan identitas profesi guru di lingkungan pemerintahan.

Selain masalah finansial, Ismail menekankan pentingnya aspek keamanan dan kenyamanan bagi guru dalam mengajar. Ia menjamin dukungan dari Forkopimda guna memastikan para guru bekerja dalam koridor legalitas dan proporsionalitas yang terlindungi.

“PGRI adalah mitra strategis pemerintah. Kami mengapresiasi peran aktif PGRI yang sigap membantu daerah, terutama dalam masa pemulihan pascabencana banjir lalu,” tambahnya.

Ketua PGRI Aceh Tamiang, M. Nurdin, melaporkan bahwa organisasi telah berhasil membentuk kepengurusan di 12 kecamatan dan aktif melakukan pendataan anggota. PGRI juga tercatat garda terdepan dalam aksi kemanusiaan melalui pendirian posko bantuan bagi guru dan siswa terdampak bencana.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Aceh, Al Munzir, berharap kemitraan ini semakin kuat, termasuk melalui penguatan regulasi lokal yang mendukung eksistensi organisasi profesi.

Konferensi ke-23 ini mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas” dan dihadiri oleh jajaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Dayah, perwakilan Kemenag, serta kepala sekolah se-Kabupaten Aceh Tamiang.

Penulis: Ryu R.FEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *