BERITA  

Pemkab Pasbar Sosialisasikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Perkebunan Sawit

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Ketenagakerjaan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan melakukan Sosialisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Perkebunan Sawit melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, pada Kamis (21/11) di Aula Kantor Camat Kinali.

Pasbar, shootlinenews.com–

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan menggelar sosialisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja perkebunan sawit melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit di Aula Kantor Camat Kinali pada Kamis (21/11). Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 7.764 penerima manfaat.

Acara dibuka oleh Sekretaris Disnaker Pasbar, Edy Murdani, bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasaman Barat, Ana Rizqi Toyyibah, dan dihadiri oleh wali nagari se-Kecamatan Kinali serta peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Edy Murdani menyatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat BPJS Ketenagakerjaan. “Kami memastikan bahwa penerima manfaat yang didanai melalui DBH Sawit tepat sasaran. Program ini tidak hanya menjamin kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja,” ujarnya.

Edy menjelaskan berbagai manfaat BPJS Ketenagakerjaan, seperti jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. “Ahli waris peserta yang meninggal dunia tanpa sebab tertentu akan menerima santunan Rp42 juta ditambah beasiswa anak selama tiga tahun. Sedangkan peserta yang meninggal akibat kecelakaan kerja akan menerima santunan Rp72 juta,” jelasnya.

Kecamatan Kinali tercatat sebagai wilayah dengan penerima BPJS Ketenagakerjaan terbanyak di Pasaman Barat, yaitu 1.618 orang dari total 7.764 penerima.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasaman Barat, Ana Rizqi Toyyibah, menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan menawarkan perlindungan terhadap kecelakaan kerja dan jaminan kematian. “Saat ini, tingkat kepesertaan di Pasaman Barat baru mencapai 19,5 persen, atau sekitar 41.088 penduduk. Kartu BPJS ini memberikan manfaat besar, termasuk biaya perawatan tanpa perlu rujukan,” kata Ana.

Camat Kinali, Saparudin, juga mengapresiasi perhatian Disnaker dan BPJS Ketenagakerjaan kepada warganya. “Kami berharap masyarakat yang telah menerima kartu ini dapat menyosialisasikan pentingnya program ini kepada orang lain,” harap Saparudin.(IT)