BERITA  

Bukan Sekadar Film, Urang Bunian Buka Percakapan Anton Permana–H. Candra soal Masa Depan Solok

SHOOTLINENEWS, JAKARTA (11/9) — Launching film layar lebar Urang Bunian di XXI Basko Mall Padang, Minggu, 13 September 2026, menjadi momentum bertemunya Dr. Anton Permana, S.IP., M.H., Datuak Hitam, dengan Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai itu berkembang menjadi obrolan kebangsaan, membicarakan posisi budaya Minangkabau, tantangan pembangunan daerah hingga bagaimana semangat Asta Cita diterjemahkan dalam pembangunan Kabupaten Solok.

Urang Bunian sendiri memiliki keterkaitan kuat dengan Anton Permana. Ia dikenal sebagai penggagas ide cerita, terlibat dalam pengembangan skenario, sekaligus memerankan karakter Datuak Hitam. Data Lembaga Sensor Film mencatat Anton sebagai salah satu penulis skenario bersama Rendy Herpy dan Johansyah Jumberan.

Keterlibatan tersebut membuat pembicaraan tentang film secara alami melebar kepada persoalan yang lebih besar: bagaimana kekayaan budaya daerah dapat menjadi bagian dari kekuatan Indonesia.

Anton membawa perspektif dari pengalamannya dalam berbagai diskursus kebangsaan, pemerintahan, geopolitik dan pertahanan. Ia juga dikenal sebagai alumni Lemhannas serta aktif menyampaikan gagasan mengenai dinamika strategis Indonesia.

Di sisi lain, H. Candra membawa perspektif pemerintahan daerah—bagaimana gagasan besar tentang Indonesia harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Solok.

Dalam percakapan tersebut, pembangunan tidak dipandang semata-mata dari pembangunan fisik. Kualitas manusia, pendidikan, ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, kebudayaan dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dari masa depan daerah.

Asta Cita dalam konteks Kabupaten Solok, karenanya, harus memiliki bentuk yang konkret.

Potensi pertanian, perkebunan, kopi, pangan, pariwisata dan ekonomi nagari perlu didorong agar tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi menciptakan nilai tambah, lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut perspektif yang berkembang dalam obrolan tersebut, budaya tidak seharusnya hanya menjadi simbol atau seremoni. Urang Bunian justru memperlihatkan bagaimana cerita yang hidup dalam masyarakat Minangkabau dapat diolah menjadi karya industri kreatif dan diperkenalkan kepada penonton yang lebih luas.

Dari sini muncul satu gagasan penting: membangun masa depan tidak berarti meninggalkan akar budaya.

Kabupaten Solok memiliki kekayaan alam, budaya dan masyarakat yang dapat menjadi modal pembangunan. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dikonsolidasikan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, perantau, tokoh adat, tokoh agama dan generasi muda.

Bagi H. Candra, pembangunan daerah membutuhkan kebersamaan. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri jika ingin menghadirkan perubahan yang berkelanjutan.

Sementara dari perspektif Anton, daerah juga harus mampu membaca perubahan nasional dan global. Perubahan geopolitik, ekonomi, teknologi dan perkembangan industri kreatif akan ikut menentukan masa depan generasi muda di daerah.

Karena itu, membangun Kabupaten Solok tidak cukup hanya dengan bertanya apa yang dibangun hari ini, tetapi juga manusia seperti apa yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi masa depan.

Pendidikan menjadi penting. Ekonomi produktif menjadi penting. Ketahanan pangan menjadi penting. Begitu pula karakter, budaya dan identitas masyarakat.

Dalam konteks itulah, launching Urang Bunian menjadi lebih dari sekadar agenda perfilman.

Film yang berangkat dari cerita lokal tersebut menjadi pintu masuk menuju percakapan tentang Indonesia, Minangkabau dan masa depan daerah.

Ada pesan bahwa cerita dari nagari dapat berbicara di tingkat nasional. Sebaliknya, agenda nasional seperti Asta Cita harus mampu kembali diterjemahkan menjadi kerja nyata di tingkat nagari.

Itulah benang merah obrolan Anton Permana dan H. Candra: bagaimana identitas lokal tetap hidup, sementara Kabupaten Solok terus bergerak menghadapi perubahan zaman.

Urang Bunian tercatat secara resmi di Lembaga Sensor Film dan dijadwalkan tayang secara nasional pada 17 September 2026. STK

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *