PASAMAN BARAT | SHOOTLINENEWS.COM — Dua proyek strategis pembangunan jalan di Sumatra Barat senilai Rp1,5 triliun masuk di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Kepala Bappeda Sumbar Hansastri menyebut dua proyek nasional itu adalah jalan akses Teluk Tapang di Pasaman Barat dan jalan Trans Mentawai.
“Untuk Trans Mentawai sudah tersedia anggaran Rp700 miliar dan untuk Teluk Tapang Rp800 miliar, ” kata Hansastri, dikutip dari Antara, Rabu 24 Februari 2021.
Menurutnya kolaborasi itu dalam rangka pembangunan proyek besar Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat. Proyek itu juga masuk dalam RPJM nasional.
“Sekarang proyek yang besar di Kabupaten Pasaman Barat adalah teluk tapang yang di dalam RPJM nasional itu termasuk didalamnya dengan dana Rp800 miliar lebih,” jelasnya.
Lanjutan proses pembangunan dengan anggaran Rp78 miliar pada 2021 ini, setelah pada tahun 2020 lalu terhenti akibat pandemi COVID-19.
Ia mengatakan nantinya pelabuhan laut itu kalau sudah beroperasi akan banyak membangkitkan perekonomian Sumatera Barat maupun daerah-daerah sekitarnya.
“Dalam dua hari lagi, kapal perintis sudah mulai beroperasi. Baru satu yang akan beroperasi keliling ke Sibolga dan ke tempat lain kemudian selalu secara rutin selalu parkir di sini,” katanya.
“Kalau ini sudah beroperasi normal, banyak kapal-kapal yang akan berlabuh bukan hanya kapal perintis,” sambungnya.
Selain itu ia juga menerangkan jika hasil pertanian mentah bisa diolah lebih lanjut, harga – harga hasil tani itu akan lebih stabil dengan hasil pertanian mentah. Misal jagung, hasil tani ini dikelola menjadi pakan ayam.
“Jika hasil tani ini dikelola dengan baik harganya akan lebih stabil dan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat kita di Pasaman Barat,” terangnya
Ia mengatakan, jika sudah masuk dalam RPJMN maka Pemprov Sumbar hanya tinggal mengusulkan setiap tahun untuk dianggarkan. Diharapkan dengan bantuan itu dua ruas jalan itu bisa rampung dan dimanfaatkan pada 2024.
Akses jalan Teluk Tapang mutlak dibutuhkan untuk mengaktifkan pelabuhan yang sudah selesai dikerjakan tersebut. Tanpa jalan, pelabuhan yang bisa dimanfaatkan untuk menampung CPO dari Sumbar bagian utara bahkan Sumatera Utara. Selain dua proyek itu, Hansastri mengatakan masih banyak proyek lain yang diusulkan pada Bappenas.
Sementara itu Pj Gubernur Sumbar, Hamdani mengatakan rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total pendapatan Pemprov Sumbat adalah sebesar 35 persen. Artinya, Pemprov Sumbar ada ketergantungan 65 persen kepada APBN.
Jalan Trans Mentawai adalah ruas jalan penghubung dalam pulau di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jalan itu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan memberikan akses pada masyarakat di pedalaman untuk mengeluarkan hasil bumi.
Selain itu, ujar dia, akses jalan juga menjadi faktor pendorong utama bagi peningkatan akses pendidikan, kesehatan hingga perekonomian warga.
Trans Mentawai diyakini bisa membantu mengeluarkan daerah itu dari status tertinggal yang saat ini masih disandang oleh kabupaten itu. Mentawai adalah satu-satunya daerah yang masih berstatus tertinggal di Sumbar.
Pj. Gubernur Hamdani menjelaskan proyek untuk prioritas Sumbar dalam mendukung pelaksanaan major project dan proyek nasional, isu strategis ditentukan berdasarkan permasalahan yang ada di provinsi Sumbar dan sesuai dengan hasil pembahasan pada saat pra Rakorgub, beberapa waktu lalu.
“Sumbar mengusulkan 9 proyek prioritas. Dari sembilan proyek tersebut, 2 diantaranya adalah proyek dukungan untuk pelaksanaan proyek utama dan 7 dukungan pelaksanaan prioritas nasional,” katanya.
Proyek tersebut adalah pembangunan jalan Trans Mentawai ruas Sigapokna – Labuhan Bajau sepanjang 17,95 kilometer. Penyediaan air baku di daerah 3 T (tertinggal, terluar dan terdepan) dan kawasan strategis Daerah Pengembangan Pariwisata (DPP) Padang Bukittinggi.
Kemudian, pembangunan ruas jalan Bunga Tanjung-Teluk Tapang sepanjang 31,4 km dan 5 buah jembatan. Pembangunan kapal penyeberangan perintis Kepulauan Mentawai berupa pengadaan kapal antar Pulau Tipe Ro-Ro (300-500 GT, 150-200 Seat) sebanyak 4 unit.
Selanjutnya, pembangunan Jalan Padang Aro-Lubuk Malako-Abal Sangir-Sei Dareh. Panorama Pembangunan Flyover I Sitinjau Lauik sepanjang 2,6 km. Pembangunan jalan Pasar Baru Alahan Panjang sepanjang 7,46 km.
Kemudian, penyusunan Detail Engineering Design (DED) akses Jalan Teluk Tapang ke Sumatera Utara, dan terakhir percepatan Penurunan Kematian Ibu Dan Stunting.
Hamdani juga menjelaskan alasan dari rencana proyek tersebut. Dirinya juga berharap Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa memberikan support penuh untuk pembangunan Sumbar. “Kami minta support maksimal dari Bapak Menteri sangat kami harapkan agar, usulan pembangunan di Sumbar dapat disetujui,” ujarnya














