SIJUNJUNG | SHOOTLINENEWS.COM — Sabtu, 27 februari 2021, Sumpur kudus sebuah desa/nagari yg berlokasi di ujung ranah lansek mani kabupaten sijunjung sumbar,
Sumpur kudus adalah salah satu desa nagari yg disana banyak sejarah yg terpendam, seperti Rajo ibadat,dan pdri.
Sebelah utara bersepadan dengan provinsi riau, yang dibatasi dengan hutan belantara, adapun Hutan itu dinamakan Hutan penyangga provinsi sumbar, riau dan jambi.
Ribuah hektar hutan itu yg sangat kaya dengan hasil hutan maupun hasil alamnya, ditengah hutan itu bermacam peninggalan dan bukti bahwa hutan pernah dijadikan pemukiman warga di ribuan tahun lalu,
Dalam waktu dekat ini ditemukan seperti air panas yang keluar dari perut bumi, diperkirakan disumber air keluar itu bisa merebus telur, aliran sungai itupun bermuara ke salah satu sungai batang bungo dan berakhir ke batang kuantan.
Sepanjang yg ditekan warga seperti bekas perkampungan, maupun tanaman durian, duku, manggis dan lainya.
Turut ditemukan kuburan- kuburan yg sangat lama ditingalkan, cuma ada satu kuburan yg beda dari yang lain, dan telah ditumbuhi pepohonan disebelahnya.
Masyarakat lebih akrab menyebut hutan tersebut dengan nama Hutan lisun, masyarakat kec sumpur kudus bisa mengadukan nasib demi tuk menyambung kebutuhan sehari hari dengan pergi kehutan mencari hasil untuk menghidupi keluarga, dengan mencari ikan lalu dikeringkan dan dijual, maka itu Hasil hutan lain petai durian, bisa membantu sumber ekonomi masyarakat setempat.
Belakangan ini sepertinya sebagian hutan lisun telah di kelola oleh pihak ketiga, dan ia telah mengantongi sk no 347 kemenhut 2011, ia memiliki kontrak selama 45 tahun yaitu izin pengambilan khusus kayu di hutan lisun.
Maka sebagian hutan telah dialih fungsikan jadi hutan HPT.
Tuk itu kami selaku masyarakat berkehendak ingin membuka akses jalan kesana, demi tuk menunjang kebutuhan ekonomi sehari hari tutur marzeki putra.














