Pasaman Barat, shootlinenews.com –
Ketua DPRD Pasaman Barat (Pasbar), Dirwansyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kecamatan Gunung Tuleh, Senin (1/6). Langkah tegas ini diambil legislatif guna mengawasi langsung manipulasi harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang merugikan ribuan petani lokal.
Dua korporasi yang menjadi sasaran sidak maraton tersebut adalah PT Agro Wira Ligatsa (AWL) dan PT Berkat Sawit Sejahtera (BSS).
Sidak gabungan ini diikuti langsung oleh Bupati Pasaman Barat Yulianto, Dandim 0305/Pasaman Letkol Inf. Darmawan Hendra Wijaya, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, Kasi Pidsus Kejari Yondra Permana, Sekda Doddy San Ismail, serta jajaran kepala OPD terkait.
Selain memelototi timbangan dan harga beli sawit, jajaran Forkopimda juga memeriksa kepatuhan administrasi perusahaan. Pihak PKS diperingatkan untuk segera menuntaskan seluruh kewajiban perizinan, mulai dari Hak Guna Usahu (HGU), izin lingkungan, hingga dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mendukung penuh penguatan fungsi pengawasan yang digaungkan oleh Ketua DPRD. Yulianto menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama legislatif siap mengambil tindakan represif dengan melaporkan korporasi nakal langsung ke pemerintah pusat dan kementerian terkait jika ditemukan pelanggaran di lapangan.
Di akhir peninjauan, Dirwansyah mengimbau masyarakat dan para petani sawit untuk tetap mengoptimalkan perawatan kebun serta melaporkan kepada DPRD jika masih menemukan adanya PKS yang membeli TBS jauh di bawah ketetapan harga resmi pemerintah.(IT)














