SHOOTLINENEWS. COM |
KENDAL — Gejolak harga pakan yang membumbung tinggi di tengah anjloknya harga jual telur memaksa ribuan peternak ayam petelur di Kabupaten Kendal turun ke jalan. Menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Kendal pada Senin (10/8/2026), massa peternak rakyat mendapat respons langsung dari jajaran Forkopimda yang turun ke lapangan.
Aksi yang mengerahkan sekitar 1.200 peserta dengan konvoi 170 armada kendaraan ini berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kondisi harmonis tersebut tak lepas dari kehadiran langsung Kapolres Kendal dan Dandim Kendal yang memimpin pengawalan di lapangan hingga seluruh rangkaian acara usai dan massa membubarkan diri.
Sebagai wujud simbolis perjuangan atas krisis pakan sekaligus bentuk aksi sosial, para peternak membagikan sebanyak 15.000 ekor ayam secara gratis kepada masyarakat di sekitar Alun-Alun.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS), Wardi, menegaskan bahwa aksi ini murni gerakan penyampaian aspirasi demi kelangsungan hidup peternak lokal.
“Kami di sini bukan untuk merusak, karena Kendal adalah rumah kami. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dan berharap Pemerintah Kabupaten Kendal meneruskannya ke pemerintah pusat. Setelah aspirasi ini diterima oleh Bupati, kami membubarkan diri dengan tertib,” tegas Wardi dalam orasinya.
Bupati Kendal yang hadir menemui massa secara terbuka menyatakan dukungannya dan berjanji meneruskan poin tuntutan peternak ke pemerintah pusat. Adapun poin krusial yang diperjuangkan meliputi:
* Stabilisasi Harga: Penurunan harga pakan ayam dan peningkatan harga jual telur di level peternak rakyat.
* Penguatan Pasar: Memasukkan komoditas telur ke dalam program bantuan pangan pemerintah.
* Perpanjangan SPHP Jagung: Alokasi bantuan pakan jagung SPHP selama 6 bulan untuk peternak mikro, 4 bulan untuk peternak kecil, dan 2 bulan untuk peternak menengah.
* Perlindungan Hak Budi Daya: Penegakan aturan porsi budi daya peternak rakyat mandiri sebesar 98%.
* Pembatasan Integrasi Besar: Pembatasan izin baru bagi industri peternakan berskala masif guna melindungi keberlangsungan peternak rakyat.
Aksi berakhir sejuk setelah seluruh aspirasi diserahkan secara resmi. Dengan pengawalan humanis dari jajaran Polres dan Kodim Kendal, massa aksi membubarkan diri secara tertib tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.
Red-Spyd














