Gempa Cianjur, Kewaspadaan Sumbar Menghadapi Bencana Gempa

  • Bagikan
Oleh Labai Korok Piaman

Bencana adalah kejadian akibat faktor alam atau ulah manusia yang menimbulkan kerugian harta, benda, maupun nyawa dalam bentuk aktifitas gempa, stunami, banjir, tanah longsor dan lainnya.

Salah satu kejadian teranyir adalah gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin, 21 November 2022, sekitar pukul 13.20 WIB. BMKG mencatat lokasi gempa bumi ini berada di darat dengan kedalaman 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur.

Menurut Letnan Jenderal TNI Suharyanto Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dimedsos menyebut korban gempa bumi magnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat bertambah menjadi 268 orang per Selasa (22/11/2022) pukul 17.00 WIB. Dan korban hilang diperkirakan ada sekitar 151 orang belum ditemukan.

Kita atas nama warga negara NKRI berdoa agar korban, warga Cianjur, Pemerintah Daerah bisa secepatnya pulih dari suasana gempa tersebut. Alhamdulillah Pemerintah Propinsi Sumatera Barat, disampaikan Buya Mahyeldi sudah mengirim bantuan, salah satunya adalah masakan rendang berton.

Indonesia rawan gempa, satu-satunya kita harus memperkuat mitigasi keilmuwan ditengah masyarakat, terkhusus di Sumatera Barat ini. Perlu kesadaran masyarakat terhadap metigasi mengurangi kerugian dan korban saat bencana.

Untuk mengurangi risiko kerugian yang ditimbulkan, kita bisa melakukan mitigasi bencana. Apa yang dimaksud dengan mitigasi? Dalam Pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana

Uraian dibawah ini adalah mitigasi bencana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan karena gempa bumi.

Memastikan menggunakan konstruksi bangunan tahan getaran atau gempa. Lalu memastikan kekuatan bangunan sesuai dengan standar kualitas bangunan.

Setelah itu membangun fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi. Memastikan kekuatan bangunan-bangunan vital yang sudah ada. Yang lain merencanakan penempatan permukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di daerah rawan bencana.

Mitigasi bencana gempa disumbar tetap harus menjadi program utama, harapan Kepala Daerah menyipakan dan tetap memberikan edukasi bencana ditengah masyarakat Minang[*].

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *