Bogor | Bupati Bogor Ade Yasin yang terkena Tangkap Tangan(OTT) oleh KPK dirumahnya 27/4/2022 dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan KPK dan BPK serta teamSus/penyidik khusus Menetapkan 8 orang tersangka, diantaranya Ade Yasin Bupati Bogor sebagai Petinggi penyelenggara Pemerintah Daerah yang Seharusnya Mencontohkan Bawahannya dari tingkat tertinggi hingga RT, malah mengikuti jejak saudaranya mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin yang sudah 2 kali di tahan di hotel prodeo dan masih menjalani Hukumannya akibat Korupsi.
Miris sekali mendengarnya diBulan Suci Ramadhan ini, seorang Ade Yasin yang mempunyai Kharisma, Wibawa dan kelihatan Solehah dimata Masyarakat kabupaten Bogor,ternyata tidak disangka sangka Malah tertangkap tangan oleh KPK dengan Operasi Tangkap Tangan(OTT).
Dimata masyarakat Kabupaten Bogor seorang Ade Yasin di kenal sangat tegas dan berani, Sampai Bupati Bogor ini pernah Membuat Statment kepada Media Masa/Pers,tentang Banyaknya Wartawan Bodrex di Kabupaten Bogor ini,yang entah apa Maksutnya,terjadilah pro Kontra dengan Banyaknya para Wartawan yang tidak Simpatik/terima dengan statmen tentang wartawan Bodrex ini,yang diduga para wartawan ini seolah olah banyak mencari cari kesalahan kepada para kepala Desa,dengan adanya Samisade.yang pada Dasarnya seluruh Wartawan dan Masyarakat memang wajib mengontrol Keuangan Negara yang diamanatkan kepada kepala Desa sesuai dengan UU no 31 thn 1999 tentang pemberantasan Korupsi.
Bupati Bogor Ade Yasin di tangkap lantaran Diduga telah banyak melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang dimaksud dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terhadap pegawai BPK Provinsi Jawa Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bogor Tahun 2021.
Maksut/tujuan orang nomor satu di Kabupaten Bogor bersama Pejabat BPK Jawa Barat ini dilakukan dengan tujuan agar laporan keuangan Pemkab Bogor bisa meraih kembali predikat wajar tanpa pengecualian (WTP),tapi apalah daya,dimana nasib siapa yang tahu,bila yang Kuasa berkehendak lain,malah yang tujuannya ingin Pencitraan WTP,sebaliknya malah terjerat dengan Hukum berdasarkan atas bukti bukti kuat yang dibawa KPK.
Setelah ditetapkan menjadi Tersangka Korupsi Ade Yasin mengatakan atau berdalih “Dipaksa Bertanggung Jawab Atas Perbuatan Anak Buahnya” dalam hal ini Sekdis PUPR (MA), Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor (IA) dan PPK Dinas PUPR (RT).
Hal ini di sampaikan Ketua KPK saat Konferensi pers dalam penyampaian perkembangan dari hasil kegiatan tangkap tangan di wilayah Bandung dan Kabupaten Bogor, yang sampai saat ini, sudah ditetapkan 8 orang tersangka, yang salah satunya Bupati Bogor Ade Yasin. Rabu, (26/4/2022)
Dalam kesempatan ini, Ketua KPK Firly Bahuri meminta kepada masyarakat Indonesia, agar terus untuk bersuara atau menginformasikan atas seluruh aktivitas Korupsi apapun yang terjadi di sekeliling masyarakat.
Sehingga Fiirly Bahuri menyebut, salah satu kegiatan tangkap tangan yang dilakukan kepada 12 orang di wilayah Bandung dan Kabupaten Bogor, adalah bukti dari peran dan andil masyarakat, salah satunya tangkap tangan terkait dengan adanya dugaan pemberian uang dari Bupati Bogor melalui orang kepercayaannya kepada anggota tim audit BPK perwakilan Jawa Barat.
“Saya sebagai Ketua KPK, dengan sungguh-sungguh memohon dan meminta bantuan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus bersama-sama dengan KPK, agar bahu membahu dalam rangka upaya pemberantasan korupsi,” harap Firly Bahuri Ketua KPK.
Selalin itu, Firly Bahuri juga berjanji, dimana KPK akan terus menerus bekerja tanpa lelah untuk berkarya kepada bangsa, dan mengabdi untuk negeri sampai Indonesia bersih dan bebas dari praktek praktek korupsi.
“Kita berdoa bersama-sama, semoga kita semua diberikan kesehatan dan Indonesia bebas dari korupsi,” imbuhnya.
(Korwil Bogor: Niko Yj)














