PD. PARIAMAN | Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly S.Psi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran usai mengikuti High Level Meeting (HLM) Triwulan I Tahun 2026 bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Barat. Rapat strategis tersebut berlangsung di Aula Anggun Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Kamis (22/1/2026).
HLM yang dipimpin langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, jajaran Bulog, BPS, OPD terkait, serta para kepala daerah se-Sumatera Barat. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi kinerja TPID daerah dalam merespons dinamika inflasi, terutama akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.
Fokus utama rapat adalah dampak kerusakan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga infrastruktur penunjang pangan yang berpotensi mengganggu pasokan bahan pokok.
Kondisi ini dinilai krusial mengingat Sumatera Barat tengah bersiap menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi lintas daerah. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data tiga tahun terakhir, komoditas penyumbang inflasi jelang Ramadhan dan Idul Fitri selalu berulang, seperti beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, dan telur ayam ras.
“Kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur akibat bencana tentu memengaruhi pasokan pangan. Untuk itu, koordinasi TPID Provinsi dengan TPID Kabupaten/Kota harus diperkuat. Pemerintah daerah diminta segera memetakan ketersediaan dan kebutuhan pangan strategis agar lonjakan harga dan penimbunan dapat dicegah,” tegas Mahyeldi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan bahwa Tanah Datar sebagai salah satu lumbung pangan Sumatera Barat turut merasakan dampak signifikan bencana hidrometeorologi. Ia menyebut Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto sebagai wilayah yang paling terdampak.
“Ketersediaan pangan di Tanah Datar cukup terpengaruh. Tercatat sekitar 400 hektare lahan persawahan, 50 hektare lahan hortikultura, serta ratusan ternak terdampak bencana,” ungkap Ahmad Fadly dalam forum tersebut.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menyalurkan bantuan cadangan beras pemerintah daerah sebanyak 5 ton. Selain itu, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan beras sebesar 28 ton khusus untuk tiga kecamatan yang terdampak bencana.
“Kita berharap dengan langkah strategis ini, harga bahan pokok tetap stabil. Pemerintah daerah akan secara intensif memantau kondisi harga di pasaran untuk mencegah spekulasi, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ujar Ahmad Fadly menegaskan.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan menggelar operasi pasar murah secara berkala. Langkah ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya warga yang terdampak secara ekonomi pasca bencana alam.
“Kita akan terus bersinergi dan berkomitmen menjalankan instruksi TPID Provinsi. Tujuannya agar gejolak harga pangan pasca bencana dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa beban kenaikan harga yang ekstrem,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tahun 2026 akan mengalami perlambatan di kisaran 3,3 hingga 4 persen. Meski demikian, ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang berhasil meraih TPID Award terbaik wilayah Sumatera selama lima tahun berturut-turut (2021–2025) atas keberhasilannya menjaga inflasi daerah tetap terkendali.
Catatan Redaksi:
Pengendalian inflasi daerah merupakan kerja kolektif yang menuntut sinergi lintas sektor, konsistensi kebijakan, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat. Upaya menjaga stabilitas harga pangan pasca bencana menjadi kunci agar pemulihan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Youry













