SHOOTLINENEWS | PASBAR SUMBAR – Kendati program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) sudah di canangkan pada Senin (2/2). Sejumlah penjabat disuntik Vaksinasi Covid-19 di Aula kantor bupati. Sekaligus menandai dimulainya Vaksinasi di Kabupaten Pasaman Barat.
Sekretaris Daerah Yudesri menjadi orang pertama yang divaksinasi dan berikutnya Pejabat Esensial Wakil Ketua DPRD Pasbar Daliyus K, Kajari Pasbar Tailani, SH, Kemenag Pasbar Muhammad Nur, Waka Polres, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Pasaman Barat, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Pasaman Barat, Direktur RSUD, Direktur RS Yarsi, Pabung, Kepala Dinas Kesehatan Jhon Hardi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat Jhon Hardi menyampaikan “Alhamdulillah kemaren saya telah divaksin untuk dosis pertama sampai dengan saat ini saya tidak merasakan gejala-gejala yang mengkhawatirkan seperti nyeri ditempat suntikan, tidak ada yang pegal, tidak ada pusing, tidak ada demam,” katanya, Selasa (3/2) di Simpang Empat.
“Alhamdulillah saya baik-baik saja
Saya menghimbau jangan takut di vaksin, jangan percaya berita hoaks. Kita semua harus faham bahwa vaksinasi adalah upaya untuk mengeliminasi covid-19”
Kadis Dinkes berharap masyarakat Pasaman Barat tidak perlu khawatir dan takut untuk divaksin. Karena sebagai contoh, ia merasakan vaksinasi tersebut aman digunakan dan halal.
“Sekali lagi jangan takut divaksin
meminta masyarakat menaati protokol kesehatan baik sebelum maupun setelah divaksin covid-19. Supaya, kekebalan kelompok atau herd immunity benar-benar terbentuk” jelasnya.
“Kita sudah menegaskan sejak dini bahwa setelah program vaksinasi berjalan, protokol kesehatan harus tetap dijalankan, sekalipun bagi masyarakat yang sudah divaksin”
Jhon mengatakan vaksin harus diberikan dua kali dengan dosis 0,5 cc sekali suntik. Adapun dalam kurun waktu dua minggu setelah divaksin pertama, orang yang sudah divaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 3T (Tracing, Testing, Treatment).
“Kami terus mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan baik yang sudah maupun yang belum divaksinasi,” Himbau Jhon.
Ia mengatakan vaksinasi tak cukup membentuk kekebalan kelompok. Vaksin mesti dibarengi kedisiplinan masyarakat memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.
“Juga menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” tegas dia.
Kekebalan kelompok sangat penting untuk melindungi orang lain. Khususnya, mereka yang tidak bisa divaksin karena keterbatasan kondisi, seperti memiliki penyakit penyerta.
“Mudah-mudahan vaksinasi ini bisa melindungi kita dari paparan Covid-19 seperti apa yang diharapkan pemerintah,” ujarnya.
“Jangan sampai kita lengah dalam usaha bersama menangani pandemi covid-19,” tutur Jhon Hardi.














