Kangkangi Edaran Disdik Provinsi Lampung, SMK Bahrul Maghfiroh Masih Tarik Iuran SPP

  • Bagikan

PRINGSEWU | SHOOTLINENEWS.COM — Pada masa pandemi Covid 19 Dinas Pendidikan Provinsi Lampung keluarkan Surat Edaran No.420/ 1062/V.01/DP.2/2020, yang berisikan diminta kepada kepala sekolah SMA/SMK/SLB negeri dan swasta se-Provinsi Lampung penerima dana BOS reguler dan BOSDA, untuk tidak melakukan penarikan SPP atau sumbangan lainnya terhadap wali murid peserta didik.

Namun, sangatlah disayangkan sampai hari ini masih saja didapati pihak-pihak sekolahan menarik iuran SPP, salah satu seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Yayasan Bahrul Maghfiroh yang terletak di Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, telah mengkangkangi edaran tersebut dengan masih menarik iuran terhadap peserta didiknya.

Salah seorang Walimurid yang berinisial MS,merasa keberatan jika memang benar dengan adanya surat edaran Disdik Povinsi Lampung, yang tidak memperbolehkan pihak sekolah menarik iuran bentuk apapun.

“Kalau sudah jelas edaran begitu, kok kenapa pihak sekolah masih melakukan penarikan iuran, kemudian selama inipun dari pihak komite atau yayasan tidak pernah lakukan sosialisasi apalagi diadakan rapat dengan wali murid sama sekali tidak ada,” keluh MS, kepada media ini, Selasa (15/6/21).

Masih kata MS, bahwa ketidaktahuannya selama pandemi covid 19, masih melakukan pembayaran SPP per semesternya.

“Masih bayar terus untuk SPP sampai saat ini, kalau bener tidak diperbolehkan menarik SPP kenapa pihak sekolah masih saja lakukan itu,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Sekolah Sholichin, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membatah bahwa selama ini tidak pernah memaksa kepada peserta didiknya untuk membayar iuran ataupun sumbanganan apapun.

“Selama ini tidak pernah memaksa untuk pembayaran tersebut semenjak adanya surat edaran Disdik Provinsi Lampung, kalau untuk yang mengurus hal-hal lainnya yang menanganinnya kita serahkan langsung ke Komite sekolah,” kilah Sholihin.

Saat ditanya siapa Komitenya, parahnya Sholihin, tidak hafal dengan nama dari komite SMK tersebut.

“Tidak tahu saya sapa nama komitenya,” jawabnya.

Penulis: TIMEditor: RD
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *