KABUPATEN SOLOK | Wakil Bupati Solok H. Candra menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Sumatera pada periode 2 hingga 8 Agustus 2026. Instruksi tersebut menjadi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Solok dalam meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Arahan itu ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), para camat, serta pemerintah nagari agar memperkuat koordinasi, menyiapkan personel, memastikan kesiapan peralatan, dan meningkatkan pemantauan di seluruh wilayah yang memiliki potensi rawan bencana.
Menurut H. Candra, peningkatan kewaspadaan harus dilakukan sejak dini mengingat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan luapan air di sejumlah kawasan di Kota Padang. Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa dampak cuaca ekstrem dapat terjadi secara cepat dan berpotensi meluas ke daerah lain, termasuk Kabupaten Solok.
“Berdasarkan informasi peringatan dini cuaca, Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kita tidak ingin menunggu sampai terjadi bencana baru bergerak. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah daerah,” tegas H. Candra, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Solok memiliki karakteristik wilayah berupa perbukitan, lereng, serta banyak daerah aliran sungai (DAS) yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap tanah longsor, banjir, maupun banjir bandang ketika curah hujan meningkat. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta bergerak cepat sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Wabup menginstruksikan Dinas PUPR untuk menyiagakan alat berat di titik-titik strategis, melakukan patroli rutin terhadap ruas jalan dan jembatan yang rawan longsor, memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, serta mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan akses akibat bencana alam.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Solok diminta memperkuat koordinasi lintas sektor, menyiapkan personel, logistik, dan seluruh peralatan kebencanaan agar dapat bergerak cepat saat kondisi darurat terjadi. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan juga diperintahkan menyiagakan armada beserta personel untuk mendukung proses evakuasi maupun penanganan keadaan darurat.
Para camat dan pemerintah nagari turut diminta aktif menyampaikan informasi cuaca kepada masyarakat, melakukan pemantauan kondisi wilayah secara berkala, serta segera melaporkan apabila ditemukan potensi bencana agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan longsor, lereng perbukitan, maupun sepanjang daerah aliran sungai (DAS), H. Candra mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas di lokasi berisiko saat hujan deras, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila muncul tanda-tanda longsor atau terjadi peningkatan debit air sungai.
Menutup imbauannya, H. Candra mengajak masyarakat tetap tenang namun tidak lengah, selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan Pemerintah Kabupaten Solok, serta segera melaporkan setiap indikasi bencana kepada pemerintah nagari, kecamatan, BPBD, maupun instansi terkait. Menurutnya, kesiapsiagaan dan sinergi antara pemerintah, aparat, serta masyarakat merupakan kunci utama untuk mengurangi risiko bencana dan melindungi keselamatan seluruh warga Kabupaten Solok.
(STK)














