Korban Terkaman Buaya di Sungai Aur Meninggal, DPRD Pasaman Barat Tuntut Evaluasi Pelayanan Medis

  • Bagikan

Pasaman Barat, shootlinenews.com –

Almarhum Khairuddin, 64 tahun, warga Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, meninggal dunia di RSUD Pasaman Barat pada Selasa (24/2) malam, setelah menjadi korban terkaman buaya di Lubuak Pancakauan, Jorong Koto Labu. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat.
Kejadian bermula pada Minggu (22/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat menjaring ikan sendirian, Khairuddin diserang seekor buaya dan mengalami luka robek parah di kaki kiri bagian betis. Warga sekitar segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Sungai Aur. Menurut Efendi, anak kedua korban, ayahnya sempat mendapatkan 60 jahitan dan diperbolehkan pulang setelah kondisi stabil.
Namun pada Senin (23/2) malam, kondisi Khairuddin memburuk. Keluarga kembali membawanya ke Puskesmas Sungai Aur, namun penanganan dianggap tidak memadai. Proses rujukan ke RSUD Pasaman Barat terkendala status BPJS yang tidak aktif. Keluarga menyatakan siap melunasi tunggakan, tetapi proses entri data di puskesmas menunda perawatan. Akhirnya korban masuk ICU RSUD pada pukul 23.00 WIB.
Anak keempat korban, Khairunas, mengungkapkan dugaan kurangnya penanganan medis standar di Puskesmas Sungai Aur, termasuk tidak diberikan suntik tetanus pasca-gigitan buaya. Kondisi Khairuddin terus menurun hingga akhirnya meninggal pukul 19.56 WIB pada Selasa (24/2). Fina, perawat ICU RSUD, membenarkan waktu kematian korban.
Musibah ini menjadi perhatian serius Anggota DPRD Pasaman Barat, Sulaiman dan Rommy Chandra, yang hadir di RSUD melihat korban secara langsung.
Sulaiman menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh atas penanganan kasus ini.
“Mulai dari puskesmas, kendala BPJS, hingga proses di RSUD, semua harus menjadi perhatian serius instansi terkait,” tegas Sulaiman.
Rommy Chandra menambahkan, instansi kesehatan perlu meningkatkan kesiagaan bagi warga, terutama terkait risiko gigitan binatang buas di daerah aliran sungai.
“Kami berharap ada himbauan khusus agar warga lebih waspada terhadap hewan liar, termasuk buaya, untuk mencegah kejadian serupa,” tambah Rommy.
Jenazah Khairuddin dibawa pulang ke rumah duka di Sungai Aur pada Selasa malam pukul 21.30 WIB menggunakan ambulans RSUD Pasaman Barat.
Kejadian ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya pelayanan medis yang cepat dan berkualitas, serta kemudahan pengurusan BPJS bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. Warga Sungai Aur berharap pemerintah daerah mengambil langkah nyata agar insiden serupa tidak terulang dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya binatang buas.(IT)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *