BERITA  

“Membuka Peluang Baru? Bagaimana Perspektif UMKM Melihat Proyek Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru (Seksi Payakumbuh-Pangkalan)”

Penulis : Hutrisia Marafikha Afwa | (Mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas)

Sejak 2019, pembangunan jalan tol seksi ke 1 (Padang-Pekanbaru) dan seksi ke 6 (Bangkinang-Pekanbaru) telah dimulai. Tujuan dari pembangunan jalan tol ini adalah untuk meningkatkan efisiensi pelayanan distribusi dan mendukung perkembangan ekonomi, terutama di daerah yang telah mengalami perkembangan.
Khususnya di provinsi Sumatera Barat, pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dan mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 7% pada tahun-tahun mendatang. Diharapkan bahwa pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru akan meningkatkan kesejahteraan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sana.
Wilayah Jalan Tol Padang-Payakumbuh yang melewati Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, dan Kota Payakumbuh dimana bisa berpeluang lebih baju atau mungkin akan mengalami kemunduran. Namun, apakah pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru akan mengubah nasib UMKM terutama pada UMKM Sanjai di Kota Payakumbuh?
Dalam menanggapi hal ini, melalui program Hibah Penelitian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas yang diketuai Erizal Nazaruddin SE,MM beserta anggota tim Weriantoni, SE,M.Sc, Nadia Tul Aisyah, dan Hutrisia Marafikha Afwa melakukan penelitian langsung kepada pelaku UMKM Sanjai untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana mereka melihat pembangunan ini.
“Ada dua sudut padang saya yang berbeda mengenai pembangunan jalan tol ini, mungkin kalau dilihat dari jarak tempuh lebih cepat dan aksesnya juga mudah sementara untuk pelaku UMKM dan pelaku usaha didekat jalam tol akan mengalami penurunan pendapatan karna hilangnya pangsa pasar” ujar Herlambang selaku salah satu pemilik UMKM sanjai.
Namun, tidak semua pemilik UMKM Sanjai merasa sama. Bapak Zaqy, menyatakan, “Menurut saya pembangunan jalan tol sangat membantu mobilitas masyarakat. Dengan adanya jalan tol roda perekonomian akan terus berjalan apalagi jarak tempuh dari Pekanbaru ke Payakumbuh semakin singkat. Saya tidak takut dengan isu lesunya UMKM masyarakat setempat, karena menurut saya Payakumbuh memiliki wisatanya tersendiri dibandingkan daerah lain”.
Perbedaan dalam persepsi ini menunjukkan bahwa dampak pembangunan jalan tol dapat berbeda-beda tergantung pada jenis usaha, lokasi, dan kondisi sekitarnya. UMKM yang berhasil mengubah tantangan ini menjadi peluang bisnis telah mampu memanfaatkan peningkatan aksesibilitas, sementara yang lain mungkin perlu mengevaluasi strategi mereka.
Selain itu, beberapa pemilik UMKM juga mencatat bahwa pemerintah setempat harus memberikan lebih banyak dukungan dan informasi kepada mereka tentang perkembangan proyek pembangunan jalan tol. Informasi yang lebih transparan dan bantuan untuk mengatasi dampak sementara pembangunan mungkin bisa membantu meminimalkan dampak negatif. Penting bagi pemerintah dan pemilik usaha untuk terus berkomunikasi dan berkolaborasi untuk memastikan bahwa pembangunan jalan tol membawa manfaat yang seimbang bagi semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *