BERITA  

Menembus Tebing Curam, Kasatker Masudi dan PPK Rai Fraja Kawal Preservasi Jalan Lubuk Selasih–Surian

KABUPATEN SOLOK | Hamparan perbukitan hijau yang membentang dari Lubuk Selasih hingga Surian menjadi salah satu panorama paling memikat di Sumatera Barat. Namun di balik keindahan kawasan Air Dingin tersebut, tersimpan tantangan besar dalam menjaga kemantapan jalan nasional yang menjadi urat nadi penghubung masyarakat, distribusi logistik, sektor pertanian, perdagangan hingga pariwisata. Kamis, 29 Juli 2026.

Bagi masyarakat, ruas Lubuk Selasih–Surian hanyalah jalan yang setiap hari dilintasi. Namun bagi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, setiap meter jalan merupakan amanah yang harus dijaga agar tetap aman, nyaman, dan andal sepanjang waktu.

Melalui program preservasi jalan, berbagai penanganan terus dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari pemotongan lereng, perkuatan tebing, normalisasi drainase, pembersihan bahu jalan, perawatan badan jalan hingga penanganan titik-titik rawan longsor yang selama ini menjadi perhatian utama di kawasan Air Dingin.

Di lapangan, alat berat bekerja di tengah medan yang tidak mudah. Excavator memahat lereng berbatu, dump truck keluar masuk mengangkut material, sementara para pekerja terus mengawasi setiap tahapan pekerjaan agar tetap sesuai standar teknis tanpa mengganggu arus lalu lintas yang tetap padat setiap harinya.

Seluruh pekerjaan tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Kasatker PJN) Wilayah II Sumatera Barat, Masudi, ST., MT. Sebagai penanggung jawab teknis, Masudi memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi, mengutamakan kualitas, keselamatan kerja, ketepatan waktu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pengguna jalan.

Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Sumatera Barat, Rai Fraja Novfandro, ST., M.Sc., menjadi ujung tombak dalam mengendalikan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Mulai dari pengawasan mutu pekerjaan, pengendalian progres fisik, evaluasi teknis hingga memastikan setiap tahapan preservasi berjalan sesuai kontrak dan standar Direktorat Jenderal Bina Marga.

Sinergi antara Kasatker Masudi dan PPK Rai Fraja Novfandro menjadi kunci keberhasilan preservasi Jalan Lubuk Selasih–Surian. Setiap keputusan teknis diambil berdasarkan kondisi lapangan, karakteristik tanah, potensi longsor, hingga kebutuhan lalu lintas agar hasil pekerjaan tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi benar-benar mampu menjaga kemantapan jalan nasional dalam jangka panjang.

Pekerjaan preservasi sendiri bukan sekadar memperbaiki lapisan aspal. Lebih dari itu, preservasi merupakan upaya menjaga aset negara agar tetap berfungsi optimal. Infrastruktur yang terpelihara dengan baik akan memperlancar konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, mempercepat distribusi hasil pertanian masyarakat, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Di tengah cuaca pegunungan yang kerap berubah dan medan yang cukup ekstrem, dedikasi seluruh tim Satker PJN Wilayah II patut diapresiasi. Mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab agar masyarakat tetap dapat menikmati akses jalan nasional yang aman, nyaman, dan layak dilintasi setiap hari.

Preservasi Jalan Lubuk Selasih–Surian menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara mengenai beton, aspal, maupun alat berat. Lebih dari itu, pembangunan adalah tentang komitmen, pengabdian, dan kerja sama seluruh pihak dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di balik setiap tikungan dan tebing yang kini semakin tertata, terdapat kerja keras Kasatker PJN Wilayah II Sumatera Barat Masudi, ST., MT., PPK 2.5 Rai Fraja Novfandro, ST., M.Sc., beserta seluruh jajaran BPJN Sumatera Barat yang terus memastikan jalur strategis ini tetap menjadi nadi transportasi yang aman, mantap, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera Barat.

TIM