SHOOTLINENEWS, SOLOK,- Penanganan bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mendapat perhatian langsung pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama jajaran dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. turun meninjau kondisi wilayah terdampak, Kamis (24/9/2026).
Kunjungan tersebut didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar. Rombongan kemudian diterima Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, serta jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pascagalodo, baik di kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok maupun permukiman masyarakat yang terdampak.
Material lumpur, batu, pasir dan kayu sebelumnya menerjang kawasan Arosuka setelah hujan berintensitas tinggi pada Senin malam, 21 September. Selain menggenangi permukiman, material banjir juga menutup akses jalan utama dan menerjang sejumlah fasilitas pemerintahan.
Kehadiran pemerintah pusat di lokasi menjadi bagian dari penguatan koordinasi penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat, pemenuhan kebutuhan masyarakat, pencarian korban, pembersihan material hingga persiapan pemulihan infrastruktur.
Sehari sebelumnya, koordinasi antara BNPB dan Pemerintah Kabupaten Solok telah dilakukan di Posko Utama Penanggulangan Bencana. Sekretaris Utama BNPB Rustian menyatakan lembaganya siap mendukung kebutuhan daerah dalam penanganan dampak galodo.
“Kami dari BNPB akan berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan Pemerintah Kabupaten Solok untuk penanggulangan bencana banjir bandang, khususnya di Arosuka,” kata Rustian seusai rapat koordinasi, Rabu malam.
Rustian juga menekankan pentingnya kerja bersama seluruh unsur dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Mari kita mulai bergerak agar ke depannya agar lebih baik,” ujarnya.
Data sementara BPBD Kabupaten Solok yang disampaikan dalam koordinasi bersama BNPB mencatat satu orang meninggal dunia dan satu warga masih dalam pencarian. Selain itu, empat orang mengalami luka-luka dan 474 warga harus mengungsi akibat bencana tersebut.
Pendataan kerusakan masih berlangsung. Sementara ini tercatat 19 rumah rusak berat, 16 rumah rusak sedang dan 52 rumah rusak ringan. Sebanyak 10 kantor pemerintahan juga terdampak, sementara satu fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan.
Di kawasan permukiman Arosuka, pemerintah daerah juga mencatat sekitar 240 warga di tiga kawasan perumahan terdampak galodo, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bupati Solok Jon Firman Pandu sebelumnya menyatakan pemerintah daerah terus memastikan keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan warga menjadi prioritas.
“Kita terus berupaya memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama. Melalui koordinasi bersama BNPB, kita berharap penanganan bencana dapat berjalan cepat dan terpadu.”
Seiring penanganan darurat, pemerintah mulai menggeser fokus pada pembersihan material dan pemulihan infrastruktur.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat mengerahkan 29 unit alat berat untuk membersihkan material banjir di ruas jalan nasional Lintas Sumatera. Peralatan tersebut antara lain ekskavator, breaker dan dump truck.
Akses Solok-Padang di depan Kantor Bupati Solok yang sebelumnya tertutup material juga telah kembali dapat dilalui kendaraan, meskipun proses pembersihan masih berlangsung.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V melakukan normalisasi alur Batang Baliang di sekitar Kompleks Nuansa Griya Arosuka. Pemerintah juga melakukan kajian kondisi hulu untuk melihat kebutuhan penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan pembangunan infrastruktur pengendali aliran material.
Penanganan galodo Arosuka kini memasuki tahap penting. Selain memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, pemerintah pusat dan daerah dituntut memastikan proses pencarian korban, pembersihan material, pemulihan akses, pendataan kerusakan serta persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan secara terpadu.
Kunjungan Menko PMK, Kepala BNPB dan Gubernur Sumbar bersama jajaran Pemkab Solok menjadi bagian dari koordinasi lapangan untuk memastikan penanganan bencana tidak hanya berhenti pada respons darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan kawasan dan pelayanan masyarakat. STK














