BERITA  

Penurunan Stunting di Pasbar Capai 5,8 Persen dalam Setahun, Tetap Fokus Capai Target 14 Persen Tahun 2024

Pasbar, shootlinenews.com–

Penanganan stunting di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) selama satu tahun terakhir telah memperlihatkan kemajuan yang positif. Pasbar berhasil menurunkan angka stunting sebesar 5,8%. Berdasarkan Publikasi Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2024, angka prevalensi stunting di Pasbar turun menjadi 29,7% dari data tahun sebelumnya yang mencapai 35,5%.

Dalam rapat persiapan penilaian kinerja penurunan stunting di Aula Bappelitbangda pada Rabu (15/5), Wakil Bupati Pasbar Risnawanto sebagai ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang turut berperan dalam penurunan angka stunting di Pasbar.

“Meskipun telah mencapai penurunan sebesar 5,8%, angka 29,7% masih jauh dari target 14% yang ditetapkan untuk tahun 2024 ini,” tegasnya.

Risnawanto menjelaskan bahwa dari total 5.397 balita stunting pada tahun 2022, sebanyak 1.839 balita (34,18%) telah pulih dari stunting pada tahun 2023, sementara yang masih mengalami stunting sebanyak 1.299 balita (24,17%).

Bappelitbangda telah mengintegrasikan data anak stunting e-PPGBM dan ibu hamil e-Kohort Dinas Kesehatan dengan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kepmenko PMK. Hasilnya, sebanyak 1.006 balita stunting (18,70%) dan 782 ibu hamil (32,37%) berada dalam data P3KE.

Risnawanto menambahkan bahwa ada 67 jorong lokus prioritas utama untuk tahun 2025 yang memiliki angka prevalensi stunting dan persentase kemiskinan yang tinggi, sehingga perlu mendapat perhatian khusus.

Untuk mendukung penurunan stunting, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran yang signifikan, dengan realisasi mencapai 85,12% dari total anggaran pada tahun 2023.

Plt. Kepala Bappelitbangda Ikhwanri menambahkan bahwa Pasbar saat ini berada di peringkat ketiga dalam penurunan stunting di Sumatera Barat. Meskipun demikian, peluang untuk meraih peringkat pertama masih terbuka lebar dengan kolaborasi yang lebih kuat antara OPD terkait.

“Kolaborasi yang lebih erat antara OPD dan fokus pada sasaran prioritas akan membantu Pasbar terus meraih penurunan angka stunting yang signifikan,” harapnya.(IT)