BERITA  

Pimpinan Umum Redaksi Serta Rombongan Dari Media Satya Bhayangkara Sambangi Rumah Warga Jeneponto Memiliki Rumah Di atas Pohon

SHOOTLINENEWS | JENEPONTO —Irsan Hb Pimpinan Umum Redaksi serta rombongan Dari Media Satya Bhayangkara mengunjungi di tengah-tengah ladang Seorang laki-laki, warga Kelurahan Bontoa

Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto tinggal di sebuah bangunan kecil yang dibangun di atas Pohon Asam. Tingginya pohon 12 m lebih (30/7/2022)

 

Menikmati hidup bersama dengan keluarga saat memasuki usia senja merupakan dambaan setiap orang. Namun, tidak demikian dengan hidup yang dijalani Dg lau Kakek berusia sekitar 75 tahun ini lebih memilih hidup dengan kesendirian di tengah hutan Kelurahan Bontoa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto

 

 

Tak mudah menemukan tempat tinggal karena cukup jauh dari permukiman warga. Untuk dapat ke lokasi rumah 200 meter lebih

 

Irsan Hb Pimpinan Umum Redaksi dan serta rombongan terpaksa harus diantar oleh warga dengan melewati area persawahan dan jalan setapak. Kondisi medan memaksa tim www. Satya bhayangkara.com juga harus berjalan kaki melewati semak belukar dan juga sungai yang tengah surut saat musim kemarau.

 

 

Lokasi rumah Dg lau kakek dengan perawakan ini berada di atas bukit kecil. Bukan rumah yang layak untuk ditempati, tetapi sebuah gubug berukuran Rumah atas Pohon Asam. Tingginya pohon 12 m lebih yang dijadikan Rumah kakek

 

ini untuk berteduh dari hujan dan terik matahari. Bangunan yang didirikannya dari rumah atas Pohon Asam menjadi tempat ternyaman Dg lau melepas lelah. Sekitar satu tahun lamanya, ia mulai menetap di tempat ini seorang diri. Jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.

 

 

Ia berkisah bahwa sudah tak memiliki istri maupun anak. Meskipun begitu saudara maupun tetangga yang berada tak jauh dari gubuknya berulang kali membujuknya untuk pulang dan hidup berbaur dengan masyarakat. Namun, ajakan tersebut berulangkali ia tolak

 

 

Menurutnya, tempat tinggalnya saat ini sudah sangat nyaman dan membuat hatinya tenteram. Untuk keperluan MCK ataupun minum aliran sungai di dekat gubuknya sudah lebih dari cukup.

 

Sedangkan untuk keperluan memasak, ia memanfaatkan tumbuhan di sekitar gubuknya. Bahkan pada malam hari, cahaya senterlah yang menemaninya selain gemerlap bintang ataupun sinar rembulan. Ia juga menyatakan tidak takut dengan ancaman binatang buas maupun hal-hal lainnya.

 

tidak ada sedikitpun memiliki niatan untuk pulang ke rumah saudara terdekatnya. Ia hanya berharap agar Yang Maha Kuasa tetap melindunginya dan membuatnya tetap sehat agar tak merepotkan warga kampungnya.

 

 

PEWARTA AMIR NAI / MUH DARWIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *