Polres Pasbar Kawal Aksi Solidaritas Palestina, KKIPP: Penjajahan Israel Atas Palestina Harus Segera Dihentikan

  • Bagikan

Pasaman Barat, Shootlinenews.com

Pasaman Sejumlah personil polisi dari Polres Pasaman Barat (Pasbar) berjaga di depan kantor bupati Pasaman Barat untuk pengamanan aksi long march dan doa bersama solidaritas kemanusiaan peduli Palestina yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat Pasbar, Senin sore (7/6/2021).

Kapolres Pasbar, AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kasat Intelkam AKP. Teguh Priyatno menyampaikan pengamanan ini juga untuk memastikan kegiatan doa bersama tersebut mematuhi prokes memakai masker sebagai upaya pencegahan wabah Covid-19.

Dari pantauan langsung media online Shootlinenews.com, tampak puluhan mahasiswa dan pelajar serta organisasi muslim Mujahidin, ACT melakukan aksi solidaritas Palestina tersebut berjalan kaki (long march) dengan rute Masjid Agung Pasbar, RSI Yarsi melewati jalan Pengadilan Negri Pasbar Sampai dihalaman Kantor Bupati Pasbar.

Saat orasi civil society Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) menyampaikan Israel harus bertanggungjawab atas penderitaan dan kerugian yang dialami rakyat Palestina.

Salah seorang aktivis yang tergabung dalam aksi tersebut, Zawil Huda mengatakan demi terwujudnya perdamaian dunia maka penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina harus dihapuskan.

“Sebagai wadah perjuangan masyarakat sipil dunia berbasis spirit kemanusiaan, Palestina harus dibebaskan dari belenggu penjajahan Israel,” katanya.

Ia menerangkan ada sebanyak 7 poin pernyataan sikap yang dibacakan untuk mendesak penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina harus dihentikan dan mengakui kedaulatan negara Palestina.

Poin – poin tersebut yakni penjajahan Israel atas Palestina harus segera dihentikan, Israel harus bertanggung jawab atas segala bentuk penderitaan kerugian apapun yang menimpa Palestina hingga saat ini.

Kemudian, Israel harus menyatakan mohon maaf kepada seluruh warga Palestina dan seluruh umat Islam di dunia disertai dengan janji kepada umat Islam dan kepada rakyat Palestina untuk tidak melakukan tindakan apa pun yang akan menjadikan kembalinya penjajahan Israel kepada Palestina.

Selanjutnya, menolak Israel sebagai negara yang sah serta menolak solusi Dua Negara (Two-State Solution) yang merugikan Palestina, Palestina adalah sebuah negara berdaulat penuh dan harus dikembalikan keadaannya seperti sebelum 1948.

Mengajak seluruh organisasi kemanusiaan dan berbagai elemen civil society dunia untuk bersinergi bergerak bersama dalam penghentian penjajahan Israel atas Palestina dalam agenda advokasi dan aksi-aksi kemanusiaan.

Terakhir, memberikan kebebasan kepada rakyat Palestina dalam 5 aspek yakni membebaskan dari kelaparan dan kelangkaan pangan, membebaskan dari ancaman kematian dan kurangnya fasilitas kesehatan.

Kemudian membebaskan dari ancaman kehilangan pekerjaan dan lahan pertanian, membebaskan untuk mendapat fasilitas pendidikan yang layak dan membebaskan dari penjajahan.

Zawil Huda juga menceritakan sejarah singkat hubungan Inddonesia dan Palestina. Dimana Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Ia juga meminta para aktivis dan masyarakat untuk mengirimkan doa dan support, karena ia menilai Palestina adalah tanggung jawab bersama.

“Palestina adalah tanah tempat kelahiran para nabi. Mari kita terus bergerak minta pembebasan tanah Palestina dari jajahan Israel yang terus berlangsung,” tutupnya.

Dalam aksi tersebut juga dilakukan penyerahan donasi masyarakat dengan total Rp137.843.000 yang diserahkan langsung oleh Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Tampak hadir dalam gelar aksi dan doa bersama itu yakni Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto, mantan Bupati Pasaman Barat Baharuddin R dan Ketua MUI Pasaman Barat Darmansyah. aksi dikawal juga Pol PP PASBAR berjalan aman terkendali.

 

Penulis: Dodi IfandaEditor: 001
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *