Aceh Tamiang, Shootlinenews.com – Aroma sedap takjil mulai tercium seiring mentari yang perlahan turun di ufuk barat Kampung Kesehatan, Aceh Tamiang, Minggu (15/04/26). Halaman rumah almarhum Haji Taher, yang biasanya tenang, sore itu bertransformasi menjadi pusat keceriaan. Ratusan pasang mata, tua dan muda, berkumpul dengan binar bahagia yang tak biasa. Bagi warga Kampung Kesehatan, momen buka puasa bersama (Iftar) kali ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah oase penyemangat di tengah masa pemulihan pascabencana yang melelahkan.
Kegiatan istimewa ini diinisiasi oleh Unity For Aceh Tamiang, sebuah gerakan kepedulian yang lahir dari rahim keprihatinan atas musibah yang menimpa Bumi Muda Sedia. Tidak sendirian, mereka merangkul kekuatan kolaborasi dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga deretan jenama multinasional.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab, Muslizar, S.Pd., M.M., hadir langsung untuk menyuntikkan semangat. Dalam sambutannya, Muslizar tidak dapat menyembunyikan rasa apresiasinya yang mendalam. Ia menilai, agenda ini adalah potret nyata kemanunggalan seluruh elemen bangsa dalam membantu sesama.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini bukan sekadar acara makan bersama, tetapi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghadirkan kebahagiaan sejati bagi masyarakat, khususnya anak-anak kita, di tengah masa sulit pemulihan pascabencana,” ujar Muslizar penuh haru. “Semoga kebersamaan seperti ini dapat terus terjalin dan menjadi energi tambahan bagi warga untuk bangkit.”
Nada senada disampaikan oleh Founder Unity For Aceh Tamiang, Ira Trisna Tahir. Bagi Ira dan timnya, Iftar ini adalah bentuk nyata pelukan dukungan moral bagi masyarakat Aceh Tamiang agar pantang menyerah. Ia menekankan betapa pentingnya menjaga semangat dan ketabahan warga selama fase pemulihan.
“Kami ingin hadir di sini untuk merangkul masyarakat, memberikan kepedulian dan dukungan moral agar semuanya tetap tabah dan semangat. Kegiatan ini bisa terlaksana berkat dukungan tulus dari berbagai pihak dan sponsor yang memiliki kepedulian luar biasa terhadap masyarakat terdampak,” ungkap Ira.
Kekuatan kolaborasi memang menjadi kunci kesuksesan acara ini. Unity For Aceh Tamiang berhasil menyatukan kepedulian dari berbagai korporasi besar, seperti McDonald’s yang menyumbangkan paket makanan, Teh Sosro dengan kesegarannya, serta dukungan sosial dari Rotary Club Indonesia.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar bisa memberikan kebahagiaan. Terima kasih yang tak terhingga kepada para sponsor dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi, sehingga acara ini dapat terlaksana dengan sangat baik,” lanjutnya.
Rona bahagia kian terpancar di wajah anak-anak saat rangkaian acara dimulai. Tidak ada kesan kaku; suasana justru cair dan meriah. Berbagai permainan (games) interaktif yang dipandu panitia berhasil memancing gelak tawa. Anak-anak yang mungkin sempat trauma, sore itu kembali menjadi anak-anak yang ceria, berebut menjawab kuis dan memenangkan hadiah kecil.
Usai games, suasana menjadi khidmat sejenak dengan penyampaian ceramah singkat menjelang berbuka. Pesan-pesan tentang kesabaran, syukur, dan keutamaan berbagi di bulan suci mengalir tenang, memberikan keteduhan hati bagi para jemaah yang hadir.
Puncaknya, saat bedug magrib bertabuh, kebersamaan terasa kian kental. Semua berbaur menikmati sajian berbuka yang disiapkan dengan penuh kasih sayang. Iftar bersama ini bukan hanya mengisi perut, tetapi juga menguatkan ikatan persaudaraan antarwarga.
Keceriaan tidak berhenti di situ. Sebagai kado perpisahan yang manis, kegiatan ditutup dengan pembagian hampers Lebaran untuk seluruh masyarakat Kampung Kesehatan yang hadir. Wajah-wajah lelah akibat bencana berganti dengan senyum sumringah saat menerima bingkisan tersebut. Sesi foto bersama menjadi penutup yang sempurna, mengabadikan momen kebersamaan dan harapan baru yang terekam jelas di setiap bidikan kamera.
Di bawah langit senja Kampung Kesehatan, Unity For Aceh Tamiang dan para mitranya telah membuktikan bahwa meskipun bencana bisa meruntuhkan fisik bangunan, namun bencana tidak akan pernah bisa memadamkan api semangat dan rasa kepedulian antarsesama. Malam itu, harapan baru kembali bersemi di hati warga Aceh Tamiang.













