Angkat Nilai ABS-SBK, Gevin Apriofaldo Azwin SH Minta Tidak Ada Ruang bagi LGBT di Minangkabau

  • Bagikan

PADANG | Pernyataan tegas disampaikan Gevin Apriofaldo Azwin SH terkait fenomena LGBT yang dinilainya tidak sejalan dengan nilai adat, budaya, serta norma agama yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Minangkabau. Dalam keterangannya pada Rabu, 20 Mei 2026, Gevin menegaskan bahwa Ranah Minang memiliki falsafah hidup yang kuat dan harus tetap dipertahankan di tengah derasnya pengaruh perubahan sosial global.

Menurut Gevin Apriofaldo Azwin SH, Minangkabau sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang berpegang teguh pada prinsip “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” atau ABS-SBK. Prinsip tersebut, kata dia, bukan sekadar slogan budaya, melainkan pondasi kehidupan masyarakat dalam menjaga moral, etika, dan keharmonisan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ia menilai bahwa masyarakat Minang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga identitas budaya daerah agar tidak terkikis oleh perkembangan yang dianggap bertentangan dengan nilai luhur masyarakat. Oleh sebab itu, Gevin meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, hingga generasi muda, untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis adat dan agama.

Dalam penyampaiannya, Gevin juga mengajak masyarakat agar menyikapi berbagai fenomena sosial dengan bijaksana tanpa mengedepankan tindakan yang melanggar hukum maupun kekerasan. Menurutnya, penyampaian sikap harus tetap berada dalam koridor etika, aturan hukum, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Ranah Minang memiliki jati diri yang kuat. Nilai adat dan agama harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujar Gevin Apriofaldo Azwin SH.

Ia menambahkan, perkembangan zaman memang tidak bisa dihindari, namun masyarakat tetap memiliki hak untuk mempertahankan budaya serta norma yang diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, penguatan pendidikan keluarga dan lingkungan sosial menjadi langkah penting dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif yang dinilai dapat merusak moral.

Gevin juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah bersama lembaga adat dalam membangun program pembinaan sosial dan pendidikan karakter yang berkesinambungan. Dengan adanya kolaborasi tersebut, ia optimistis nilai budaya Minangkabau akan tetap kokoh menghadapi tantangan zaman.

Selain itu, ia berharap media sosial tidak dijadikan ruang untuk menyebarkan konten yang memicu perpecahan atau pertentangan di tengah masyarakat. Ia mengimbau seluruh pihak agar lebih mengedepankan edukasi, dialog, dan penguatan nilai budaya lokal dalam menyikapi berbagai isu sosial yang berkembang.

Menurut Gevin, generasi muda Minang harus tumbuh dengan kebanggaan terhadap adat dan identitas daerahnya. Ia menilai bahwa kekuatan budaya merupakan benteng utama dalam menjaga keharmonisan sosial dan keberlangsungan nilai-nilai kearifan lokal di Sumatera Barat.

Di akhir penyampaiannya, Gevin Apriofaldo Azwin SH kembali menegaskan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai adat dan agama sebagai landasan kehidupan bersama. Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap bersatu menjaga marwah Ranah Minang dengan cara yang damai, bijaksana, dan bermartabat.

TIM

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *