DR. Ilyas Sebut Tidak Tegaknya Regulasi Narkotika, Banyak Lapas Over Kapasitas

  • Bagikan

Shootlinenews.com |Kerawang
Tewasnya Empat Puluh Satu orang warga Binaan kasus narkotika dan satu orang kasus terorisme di Blok C2 Kelas 1 Lembaga Permasyarakatan Tangerang. Terkait insiden itu memancing banyak pihak untuk melihat dari sudut pandang sebab akibat kejadian tersebut yang merenggut nyawa warga binaan, salah satunya DR. Ilyas S.H, M.H yang pada pokoknya adalah “Over Kapasitas” warga binaan dari Lapas tersebut.

Tidak hanya itu, pembuktian bahwa penyebab Lembaga Permasyarakatan dan Rutan over kapasitas adalah banyaknya kasus pengguna narkotika,” ujar DR. Ilyas mantan Kasi Rehabilitasi BNN Cirebon kepada awak media, Kerawang (8/9/2021).

DR. ILYAS S.H, M.H adalah salah satu Dekan Fisip dari Universitas Singaperbangsa Kerawang, Kenapa?…kembali mengapa? Terlihat jelas, bahwa Menkopolhukam seperti baru ‘ngeh’ 50 persen penghuni lapas dan rutan adalah napi dalam kasus narkoba, dan 75 persen adalah Pengguna atau pecandu Narkoba,” sambung Ilyas yang juga ahli hukum narkotika.

Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tanggerang yang mengakibatkan 41 (Empat Puluh Satu) penghuninya meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan terlebih kejadian tersebut termasuk dalam insiden yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga binaan dalam jumlah cukup besar.

“Semoga menjadi penekanan agar pemerintah lebih tajam mengawasi proses penegakan hukum narkotika, yang cenderung semangatnya hanya memenjarakan,” sesalnya.

Semangat itu berkontribusi menjadikan lapas dan rutan over kapasitas, saya berani mengatakan dalam Penegakan Hukum Narkoba, jauh panggang dari api, jauh dari seharusnya dengan kenyataan, jauh dari amanat regulasi narkotika.

Kembali saya berani katakan soal penegakan hukum narkotika di Republik ini, cenderung menjadi mainan dan menjauhkan dari tujuan yang diinginkan,” pungkasnya.(Ra)

Penulis: RyEditor: Riya
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *