Eka Putra di HUT ke-22 Radio LNT: Dari Benteng Van Der Capellen, Menguatkan Suara Rakyat di Tengah Gempuran Digital

  • Bagikan

Tanah Datar | Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan tak selalu terverifikasi, sebuah momentum penuh makna hadir dari jantung Luhak Nan Tuo. Di kompleks bersejarah Benteng Van Der Capellen, peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Radio Luhak Nan Tuo 102,5 FM menjadi panggung refleksi tentang arti sebuah media lokal bagi masyarakat.

Bupati Tanah Datar Eka Putra hadir langsung dalam syukuran tersebut, Jumat 13 Februari 2026. Kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan sikap bahwa radio masih memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan berimbang.

Dalam sambutannya, Eka Putra menegaskan bahwa Radio LNT bukan hanya pemancar suara di frekuensi 102,5 FM. Ia menyebutnya sebagai jembatan informasi, ruang aspirasi, sekaligus penguat silaturahmi masyarakat Tanah Datar dan Sumatera Barat secara umum.

Menurutnya, di tengah dominasi media sosial yang kerap memunculkan informasi tanpa verifikasi, radio tetap berdiri dengan prinsip keakuratan dan tanggung jawab. “Radio menghadirkan kedekatan emosional. Ia berbicara langsung ke rumah-rumah warga, menyapa dengan hangat, dan menyampaikan informasi dengan penuh tanggung jawab,” ujar Eka Putra.

Ia mengapresiasi konsistensi Radio LNT yang mengudara sejak subuh hingga tengah malam. Bagi Eka Putra, dedikasi tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam melayani masyarakat. Tidak mudah mempertahankan kualitas siaran selama lebih dari dua dekade, apalagi di tengah persaingan platform digital yang begitu agresif.

Lebih jauh, Eka Putra menilai Radio LNT memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya Minangkabau. Siaran-siaran bernuansa lokal, penggunaan bahasa daerah, hingga pembahasan isu-isu sosial kemasyarakatan menjadi bagian dari upaya merawat akar budaya di tengah arus globalisasi.

Ia juga berharap Radio LNT terus menjadi corong informasi pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, membutuhkan media yang mampu menyampaikan program dan kebijakan secara transparan agar masyarakat memahami arah pembangunan serta tidak mudah terpengaruh kabar bohong.

Momentum ulang tahun ke-22 ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang Radio LNT sebagai media publik daerah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanah Datar, Dedi Triwidono, menyebut radio tetap eksis karena tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi.

Dedi mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas teknis telah dilakukan pada akhir tahun lalu. Mulai dari pemasangan penangkal petir hingga pembaruan perangkat mixer dilakukan guna memastikan kestabilan siaran, terutama saat cuaca ekstrem. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen menjaga kualitas layanan informasi.

Suasana syukuran berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para pendengar setia hadir, bahkan dari luar daerah seperti Kota Solok, menunjukkan bahwa jangkauan emosional Radio LNT melampaui batas administratif. Radio bukan hanya alat komunikasi, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ketua Fans Radio LNT, Hengky, menyampaikan bahwa peringatan ulang tahun ini terwujud berkat semangat kebersamaan para penggemar. Ia menilai kehadiran Bupati Eka Putra memberikan suntikan semangat dan dukungan moril bagi manajemen serta seluruh kru radio.

Di penghujung acara, Eka Putra kembali menekankan pentingnya inovasi. Ia mendorong Radio LNT untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan karakter lokal yang menjadi kekuatannya. Integrasi siaran konvensional dengan platform digital dinilai sebagai langkah strategis untuk menjangkau generasi muda.

Dari Benteng Van Der Capellen yang sarat sejarah perjuangan, pesan itu mengalir jelas: radio lokal tetap memiliki masa depan. Selama ia menjaga kepercayaan, merawat budaya, dan menghadirkan informasi yang jujur, maka gelombangnya akan terus hidup di hati masyarakat.

Peringatan HUT ke-22 Radio LNT bukan sekadar perayaan usia. Ia menjadi simbol ketahanan media lokal di tengah perubahan zaman, sekaligus bukti bahwa komunikasi yang hangat, dekat, dan berakar pada nilai budaya tetap dibutuhkan bangsa ini.

Catatan Redaksi: Keberlangsungan media lokal seperti Radio LNT menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem informasi nasional, khususnya dalam memperkuat literasi publik dan identitas budaya daerah.

SRB

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *