BERITA  

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Turun ke Solok, Kebutuhan Warga Jadi Bahan Koordinasi

AROSUKA, SHOOTLINENEWS— Penanganan dampak galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, diperkuat melalui pemantauan langsung jajaran TNI di kawasan terdampak. Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada bersama Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno turun melihat kondisi masyarakat dan sejumlah titik yang terdampak bencana, Rabu, 23 September 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi penanganan bencana setelah galodo menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Solok.

Pangdam dan Danrem tidak hanya melihat kondisi kawasan terdampak, tetapi juga menerima informasi mengenai kebutuhan masyarakat yang masih harus dipenuhi setelah bencana.

Sejumlah kebutuhan dasar menjadi perhatian, terutama makanan dan air bersih. Hasil pemantauan lapangan kemudian dibawa ke forum koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Solok untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Sebelumnya, Danrem 032/Wirabraja juga turun langsung ke sejumlah titik terdampak untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan di lapangan dapat teridentifikasi.

Dari hasil pengecekan tersebut, dukungan terhadap masyarakat kemudian disiapkan. Salah satunya berupa pengerahan mobil dapur umum dan mobil air bersih untuk membantu warga di kawasan yang membutuhkan.

Dukungan tersebut antara lain diarahkan untuk masyarakat di Jorong Batang Barus dan Koto Gaek.

Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya dilakukan melalui laporan dari perangkat pemerintahan, tetapi juga melalui pemantauan langsung terhadap kondisi masyarakat.

Setelah melihat kondisi lapangan, Pangdam bersama Danrem melanjutkan koordinasi di Kantor Bupati Solok. Pertemuan tersebut melibatkan Bupati Solok beserta jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimkab.

Forum koordinasi menjadi titik temu antara hasil pemantauan lapangan dengan langkah penanganan yang harus dilakukan pemerintah dan aparat.

Kebutuhan masyarakat yang ditemukan di lapangan menjadi bahan untuk menentukan prioritas dukungan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan penguatan pelayanan bagi warga terdampak.

Dalam situasi pascabencana, kebutuhan makanan dan air bersih menjadi bagian penting yang harus segera dipastikan ketersediaannya. Selain itu, kondisi akses jalan, fasilitas umum dan pelayanan pemerintahan juga perlu terus dipantau.

Kehadiran Pangdam dan Danrem di tengah masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antara struktur komando kewilayahan dengan pemerintah daerah.

Penanganan galodo membutuhkan keterlibatan berbagai unsur karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga menyangkut aktivitas sosial dan pelayanan dasar masyarakat.

Karena itu, informasi yang diperoleh langsung dari warga menjadi penting dalam menentukan bentuk bantuan yang dibutuhkan di masing-masing lokasi.

Pola penanganan yang dilakukan jajaran TNI bersama pemerintah daerah tersebut menempatkan kondisi masyarakat sebagai salah satu dasar dalam menentukan langkah berikutnya.

Dari lapangan, kebutuhan warga dihimpun. Selanjutnya, informasi tersebut dibawa ke forum koordinasi untuk diterjemahkan menjadi tindakan.

Dengan pola tersebut, penanganan dampak galodo di Kabupaten Solok diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi, terutama untuk memastikan bantuan dasar menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan.

Pemerintah daerah bersama jajaran TNI dan unsur terkait selanjutnya masih harus memastikan distribusi bantuan, kondisi wilayah terdampak serta pelayanan kepada masyarakat berjalan secara berkelanjutan selama masa tanggap dan pemulihan bencana.

Bagi warga terdampak, ukuran utama dari seluruh koordinasi tersebut bukan hanya banyaknya rapat atau kunjungan, melainkan seberapa cepat kebutuhan yang ditemukan di lapangan benar-benar mendapatkan tindak lanjut.

Turunnya Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol bersama Danrem 032/Wirabraja menjadi bagian dari upaya memastikan informasi mengenai kondisi masyarakat tidak berhenti di lapangan, tetapi masuk ke dalam proses pengambilan keputusan penanganan bencana bersama Pemerintah Kabupaten Solok. STK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *