BERITA  

Pemkab Pasaman Barat Lakukan Pemantauan Dan Evaluasi Pasokan dan Harga Pangan Periode HBKN 2024

Pasbar, shootlinenews.com–

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) bersama Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Perum Bulog Sub Divre Bukittinggi, Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda, TPID Pasbar, BPS, Camat Pasaman, Wali Nagari Lingkuang Aua, dan stakeholder terkait melakukan Pemantauan dan Evaluasi Pasokan dan Harga Pangan Periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Jelang Idul Fitri Tahun 2024, Kamis (4/4).

Dalam sambutannya, Bupati Hamsuardi menyampaikan melalui video konferensi bahwa Pemda Pasbar setiap hari Senin mengikuti rapat koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Kemendagri secara rutin. Beberapa upaya yang dilakukan Pemda Pasbar antara lain menyiapkan 100 hektar lahan yang nantinya akan ditanami kebutuhan harian seperti cabai, bawang, dan kebutuhan lainnya.

“Untuk bapak ibu ketahui, lahan kita di Pasbar ini cukup luas. Namun belakangan ini masyarakat enggan untuk berternak maupun bertani. Akibatnya, semua kebutuhan harian menjadi mahal. Kami tetap berupaya mengendalikan lonjakan harga atau inflasi. Ke depan, kita akan membuka 100 hektar lahan di Kajai dan Ranah Batahan untuk kita tanami kebutuhan harian, semoga terlaksana beberapa tahun ke depan,” ucapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada tim yang tergabung dalam pemantauan dan evaluasi pada hari itu sebagai forum koordinasi yang membahas kondisi dan permasalahan pasokan dan harga pangan pokok, serta merumuskan strategi dan langkah-langkah konkret yang akan diambil dalam pengendalian pasokan dan harga pangan pokok.

Perwakilan Tim Monitoring HBKN menyebutkan bahwa pelaksanaan monitoring ini dilakukan di 36 provinsi se-Indonesia, salah satunya Provinsi Sumatera Barat. Sebanyak 4 kabupaten/kota telah dipilih sebagai penilaian Indeks Harga Konsumen (IHK), dan untuk kegiatan ini dipilih dan diseleksi menjadi 3 yaitu Padang, Bukittinggi, dan Pasbar.

“Angka inflasi di Pasbar cukup tinggi mencapai angka 5,90. Untuk itu, kita lakukan pemantauan dan nantinya kita petakan komoditi bahan pokok tersebut. Harapannya, hal ini menjadi pembanding, apakah fluktuasi harga komoditas tersebut berdampak signifikan,” ucapnya.

Kepala BPS Pasbar Bambang menjelaskan bahwa pada hakikatnya inflasi tidak selalu buruk, yang terpenting adalah memastikan inflasi tetap stabil. Hal yang harus diwaspadai adalah faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi seperti pengaruh musiman layaknya panen, momen HBKN, dan sebagainya.

“Berkat komunikasi yang baik bersama Pemkab, Forkopimda, terutama Bulog, month-to-month menunjukkan progres yang baik. Beberapa hal yang berpengaruh antara lain cabai yang mengalami peningkatan harga di Ramadan sementara stok sedikit karena memasuki musim hujan. Alhamdulillah, saat ini sudah ada pasokan dari Bukittinggi dan Agam meskipun harga tetap tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, Moderator Asisten 2 Endang Rirpinta menambahkan bahwa mekanisme pemantauan dan evaluasi pasokan dan harga pangan dimulai dengan pertemuan di Auditorium, dilanjutkan dengan kunjungan ke ritel modern seperti Sejati Swalayan, Hoki Swalayan, Rumah Pangan Kita (RPK) Kapuas, dan Pasar Tradisional Simpang Empat. (IT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *