Tanah Datar, Shootlinenews – 12 Juni 2026 – Polres Tanah Datar bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, pemerintah nagari, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat melaksanakan bakti sosial penanaman 1.000 pohon di sepanjang bantaran Sungai Batang Lona, Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya mitigasi bencana dan pemulihan lingkungan pasca-galodo yang melanda kawasan tersebut tahun lalu.
Program penghijauan yang diinisiasi Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K. tersebut bertujuan memperkuat struktur tanah di sepanjang aliran sungai, menjaga sumber daya air, serta mengurangi risiko banjir bandang dan longsor di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah nagari, hingga masyarakat sebagai pihak yang akan merasakan langsung manfaatnya.
“Penanaman pohon ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Kami berharap seluruh elemen masyarakat ikut menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam agar tumbuh dengan baik dan mampu menjadi benteng alami dalam mencegah bencana,” ujar Kapolres.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang diwakili Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, M.Si. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Tanah Datar yang dinilai sejalan dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan upaya menjaga kelestarian alam Luhak Nan Tuo.
Menurut Sekda, penghijauan merupakan langkah strategis yang harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus melanjutkan gerakan menanam pohon di lingkungan masing-masing, terutama di kawasan rawan bencana dan daerah aliran sungai.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan gerakan menanam pohon sebagai budaya bersama. Kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita semua demi masa depan generasi yang akan datang,” katanya.
Selain dihadiri jajaran Polres Tanah Datar, kegiatan ini juga melibatkan unsur Forkopimda, Forkopimca, OPD terkait, pemerintah nagari, mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, anggota Pramuka, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen warga lainnya.
Melalui sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, gerakan penanaman 1.000 pohon di Nagari Parambahan diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan lingkungan, mencegah bencana, serta mewujudkan kawasan yang lebih hijau, lestari, dan aman bagi generasi mendatang.
(Y.St.R.B)













