PUSKESMAS KARANG BARU GELAR ORIENTASI P4K CEGAH ANGKA KEMATIAN IBU DAN ANAK

  • Bagikan

SHOOTLINENEWS.COM | Aceh Tamiang — Upaya mencegah terjadinya angka Kematian Pada Ibu dan Anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang melalui UPT Puskesmas Karang Baru menggelar Orientasi Penguatan Program Perencana Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

Kegiatan Orientasi P4K tersebut langsung dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Azis, SKM dan dihadiri oleh dokter Puskesmas, para perwakilan kader kesehatan dan ibu hamil berlangsung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Karang Baru Kabupaten setempat, Selasa, 29 Maret 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Azis, SKM dalam sambutannya pada saat membuka kegiatan menyampaikan, bahwa proses persalinan tentu ada permasalahan yang akan dihadapi dan perlu kita jaga dari nol (zero) persalinan.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan pencerahan kepada ibu-ibu, terlebih yang memiliki penyakit-penyakit bawaan.

Pada tahun 2021, Kabupaten Aceh Tamiang terdapat 19 kasus angka kematian ibu hamil, tujuh orang diantaranya diakibatkan Covid-19, sedang di tahun 2022 ini terdapat dua(2) kasus ibu hamil yang meninggal dunia, sebut Ibnu Azis.

Maka dari itu, harapan pemerintah Indonesia, Provinsi dan Kabupaten terus berupaya bagaimana caranya agar angka kematian pada ibu-ibu hamil dapat menjadi zero persen (0%) yang meninggal dunia.

Ia menekankan, bahwa kita harus bisa berkerja sama, agar para Kader Kesehatan di Desa, Bidan Desa dan petugas kesehatan serta dokter untuk dapat terus berkoordinasi terkait penemuan Kasus Kesehatan yang terjadi, lakukan diskusi untuk mencari solusinya, karena hal yang paling tepat untuk menjaga kondisi ibu-ibu hamil agar bisa mencegah angka kematian pada ibu dan bayi melalui proses pengawasan, ucap Kadis Kesehatan.

Beliau juga mengingatkan, bahwa para ibu-ibu kader dan bidan desa lah yang sangat mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, berikanlah mereka edukasi mulai dari sebelum masa kehamilan dan maupun disaat sedang hamil.

Berikanlah mereka (ibu hamil) makanan tambahan dan imunisasi, semoga program orientasi P4K ini bisa ditingkatkan, pungkas Ibnu Azis, SKM sembari mengharapkan agar para kader dan bidan untuk berkeja dengan ikhlas serta menjadi pelopor utama dalam penanganan dan pencegahan Komplikasi.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala UPT Puskesmas Karang Baru, Ns. Apal Azmi, S. Kep dalam laporannya menyampaikan, Orientasi Penguatan Program Perencana Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) ini dilaksanakan bertujuan untuk menurunkan angka kematian terhadap ibu dan anak.

Kegiatan ini diikuti oleh 103 orang peserta, masing-masing perwakilan dari ibu PKK Desa, Kader Posyandu dan ibu hamil berusia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun yang memiliki riwayat resiko sedang dan tinggi dari 18 Desa, para pendonor darah, pengelola program terkait dan bidan desa, sebutnya l.

Ns. Apal Azmi menjelaskan, di tahun 2021, jumlah ibu hamil yang memiliki riwayat faktor resiko sedang dengan skor 6 – 10 sebanyak 165 %, untuk resiko tinggi sebanya 73.5% sehingga angka tersebut dapat mengakibatkan tingginya angka komplikasi yang terjadi pada ibu hamil, bersalin, nifas dan komplikasi pada bayi.

Diuraikannya, pada tahun 2021 jumlah ibu hamil yang ditangani terdapat sebanyak 98 orang. Ibu bersalin komplikasi 57 orang dan 1 orang ibu nifas komplikasi yang ditangani.

Selanjutnya, Komplikasi Neonatal sebanyak 45 bayi yang disebabkan oleh safiksia, BBLR dan Respirasi. Untuk angka Komplikasi Maternal hingga Februari 2022 terdapat sebanyak19 orang.

Ns. Apal Azmi menambahkan, bahwa dari jumlah kasus/persoalan diatas, dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya permasalahan itu, kurangnya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan program KB.

Dapat diketahui bahwa, capaian peserta KB yang aktif pada tahun 2021 sebanyak 76 persen. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan ibu hamil, kader dan masyarakat tentang P4K, sehingga seluruh ibu hamil dapat tertangani dengan baik dan cepat mendapatkan pertolongan disaat gawat darurat, kata Ns. Apal Azmi sembari mengharapkan agar masyarakat turut serta dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan memanfaatkan stiker P4K serta mengikuti program Keluarga Berencana.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber untuk menyampaikan materi terkait Orientasi Penguatan Program Perencana Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). yakni, Dr. Tsuaibahtul Aslamiyah. Nst selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang.

Laporan | Mulia.A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.