Pasaman Barat,Shootlinnews.com– Dari Data Puskesmas Simpang Empat mencatat sepuluh ibu hamil (Bumil) kurang energi kronis (garis merah) dan balita kekurangan gizi di Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.
Kepala Puskesmas Simpang Empat dr Fitria mengatakan ada sebanyak 10 orang ibu hamil berada di garis merah atau kurang energi kronis dan sebanyak 89 orang balita kurang gizi.
“Tak bisa dipungkiri masih banyak ditemukan kurang energi kronis dan kurang gizi. Padahal secara letak Simpang Empat merupakan ibu kota Kabupaten Pasaman Barat,” kata dr Fitria, Selasa (28/9/2021).
Menurutnya angka gizi buruk atau kekurangan gizi bisa diantisipasi melalui pemberian bantuan perbaikan gizi secara berlanjut seperti pemberian bantuan makanan nutrisi ibu hamil dan nutrisi balita.
Untuk mengatasi temuan tersebut. Pihak Puskesmas Simpang Empat mengambil langkah pemberian PMT ini sampai Bumil dan balitanya sehat kembali.
“Kita mengatasi Bumil KEK dan Balita yang kurang Gizi dengan memberikan PMT yakni Pemberian Makanan Tambahan, sementara untuk Bumil yang KEK ( kurang energi protein) dan PMT untuk balita yang kurang gizi baik PMT yang dari provinsi ataupun PMT yg sudah dianggarkan oleh Nagari,” sebut dr. Fitria
” Langkah kedua yakni memantau kesehatan ibu hamil tiap Minggu bersama bidan desanya dan sekaligus memberikan edukasi tentang makanan yg memenuhi syarat gizi 4 sehat lima sempurna,” jelasnya
“Kalau bantuan terus berlanjut maka angka gizi buruk atau kekurangan gizi bisa diantisipasi. Ya, tentu ini akan mengurangi angka stunting di Kabupaten Pasaman Barat,” jelasnya.
Terpisah Ketua TP PKK Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi menerangkan banyak nya anak yang tumbuh tidak maksimal perlu menjadi perhatian dan kepedulian semua pihak.
“Kita harus saling peduli dan saling memberikan perhatian kepada tetangga kita yang masih membutuhkan perhatian. Apakah itu kurang gizi atau pun masih belum tercukupi nutrisi nya,” terang Harneli.
Menurutnya sebagai PKK memiliki tanggung jawab besar di dalam bidang kesehatan masyarakat, salah satunya tumbuh kembang nya balita yakni dengan cara memberikan bantuan makanan nutrisi.
“Alhamdulillah, Kumpulan Perantau Minangkabau yang tergabung dalam organisasi Indo Jalito Peduli (IJP) memberikan bantuan kepada ibu mamil yang masih berada pada garis merah dan balita kurang gizi,” ungkapnya.
“Setelah kita tanyakan ke Dinkes Sumbar, maka Pasaman Barat daerah yang membutuhkan. Semoga dengan adanya bantuan dari IJP ini diharapkan masyarakat Sumbar khususnya dan Pasaman Barat pada umumnya dapat terbantu,” sambungnya mengakhiri.
Untuk diketahui ada sebanyak 105 paket bantuan yang diserahkan dari IJP untuk ibu hamil dan bantuan makanan tambahan untuk balita sebanyak 50 paket.













